Thursday, April 14, 2016

Japan, expensive?!

Tidak bisa dipungkiri jawabannya adalah YA. Jepang adalah salah satu negara di dunia yang biaya hidupnya tergolong cukup tinggi. Tapi buat kita yang ke sana cuma dalam rangka jalan-jalan, ada berbagai cara untuk menghemat biaya perjalanan kita selama di sana. Buat yang udah membaca postingan saya berjudul ‘Solo trip ke Jepang, siapa takut!’ pasti udah pada tau klo bulan Juli-Agustus 2015 kemarin saya ke Jepang untuk pertama kalinya dan nekad pergi sendirian selama 11 hari. Saya berhasil mengunjungi 6 kota di Jepang dan Universal Studio Japan
 
Berapa total biaya perjalanan saya kemarin? 50 juta? 20 juta?  Gak sampe… total budget saya sendiri saat berangkat adalah 17juta, termasuk biaya penginapan, transportasi, JR pass 7 hari, Universal Studio Jepang, tiket masuk tempat wisata lainnya dan biaya shopping pribadi saya. Jadi, biaya sesungguhnya tanpa JR Pass 7 hari (IDR 3.200.000), tiket Universal Studio (JPY 7200, sekitar IDR 800.000) dan biaya shopping pribadi saya, totalnya kurang dari IDR 13.000.000. Please note: trip ini saya rencanakan hanya dalam waktu 2 minggu sebelum tanggal keberangkatan,  jadi sudah pasti biaya untuk penginapan akan jadi lebih mahal.
Ini kartu-kartu 'sakti' Tokyo summer trip Juli-Agustus 2015 kemarin - kartu-kartu ini sama berharganya dengan paspor: (dari kiri ke kanan) Kyoto Subway 1-day pass, Kyoto City bus & bus 1-day pass, Tokyo subway 3-day pass, Osaka Amazing 1-day pass dan yang paling sakti JR Pass - ini satu-satunya kartu sakti yang memberi saya hampir all access ke Shinkansen station dan JR station.

Sunday, March 27, 2016

If I only had 2 days 1 night in Korea ...

Gyeonghuiru Pavilion at Gyeongbokgung in spring


I've been asked to answer this question recently. That is why I decided to write about it. This is going to be my first blog post in English, so please excuse my bad grammar x_x. English is not my first language and I've taken an English course for 5 months (for the 1st time ever in my life). Hopefully, I didn't make too many grammar mistakes ^^
Honestly, it was really hard for me to answer that question because I would never schedule a one night holiday in Korea. Until now, Korean visa is one of the hardest visa to apply for non-frequent flyer & Indonesia passport holder. I was lucky enough to be granted Korean Visa for 4 times. Because of that, once I got the visa, I need to enjoy my holiday in Korea as long as I can. 
Okay, exclusively for writing this post, I’ve tried my best to imagine this situation ‘what should I do if I only had 2 days 1 night in Korea?’
 

If I only had 2 days 1 night in Korea (if this was my 1st visit to Korea), I would spend it in Seoul and my 2D1N itinerary in Seoul would be like this: 

Monday, February 1, 2016

Spring, Summer, Autumn, Winter, Which one?!

Enaknya pilih yang mana ya?  

 
Spring Seoul April 2015 (Yeouido Cherry Blossoms Tunnel) - Summer Kyoto July 2015 (Sento Imperial Palace Garden) - Autumn Seoul 2015 (Deoksugung) - Winter Seoul 2013 (Nami Island)

Tidak ada jawaban yang benar untuk pertanyaan di atas karena setiap orang punya preferensi yang berbeda-beda. Ada banyak perbedaan yang dapat kita jumpai dari keempat musim tersebut, mulai dari temperatur, curah hujan, pemandangan, pakaian sampai pada makanan. Perbedaan yang paling kelihatan adalah temperatur. Nah, dari temperatur ini saja - sebut saja panas dan dingin - pendapat setiap orang sudah beda. Buat saya suhu ruangan 18 derajat celcius itu sejuk dan segar - bukan dingin. Tapi bagi sebagian besar orang temperatur segitu udah dingin banget. Contoh lain lagi, kalau saya berada di luar ruangan saat suhu daratan 27 derajat saja, saya akan mandi keringat, tapi banyak orang di luar sana yang bahkan sampai 35 derajat gak keringatan sama sekali. Jadi, dingin dan panas itu relatif banget ya, tergantung diri kita masing-masing karena daya tahan setiap orang terhadap suhu dingin ataupun panas itu berbeda-beda.

Tuesday, January 26, 2016

Solo trip to Universal Studio Japan ?! Yes, you can do it!

Bulan Agustus 2015 kemarin, untuk pertama kalinya saya menginjakan kaki ke negeri sakura (cek itinerari selengkapnya disini) dan untuk pertama kalinya juga saya bermain di theme park sendirian. Siapa bilang kalau ke theme park sendirian bakal cepat bosan dan terkesan aneh. Dari pengalaman saya kemarin, gak tuh. Mau tau kenapa?


Keuntungan

Benefit utama bagi yang ke theme park sendirian adalah kita bisa memanfaatkan opsi single rider di beberapa wahana favorit. Single rider disini maksudnya adalah jalur antrian khusus yang diberikan untuk peserta yang hanya bawa diri gak bawa teman, ya contohnya kayak saya yang solo trip ke USJ. Opsi single rider ini dibuat untuk menggenapi jumlah rider dari tiap wahana. Misalnya untuk roller coaster yang 1 kereta isinya 3 orang dan di antrian regular ada pasangan yang siap menaiki kereta tersebut, nah daripada 1 slot kursi di keretanya   nganggur gak ada yang naikin, diambillah 1 orang dari single rider sebagai penggenap. Opsi single rider ini biasanya ada di wahana favorit yang selalu ramai peminat, dan biasanya antrian khusus single rider dibuka kalau jumlah pengantri di jalur regular sangat banyak. Dari segi waktu, opsi ini sangat membantu. Dari pengalaman saya kalau regular rider perlu 120 min untuk mencapai ujung antrian, single rider hanya perlu 30 min bahkan bisa kurang.
Opsi single rider ini bisa digunakan oleh siapapun yang bersedia menaiki wahana sendirian atau tidak barengan dengan teman-temannya.
Benefit lainnya adalah saat mau lunch atau dinner di dalam theme park gampang cari kursi kosong, karena hanya perlu 1 kursi. Selain itu, mudah untuk memutuskan mau naik wahana apa dulu, karena cuma sendirian, gak perlu diskusi dulu.

Friday, January 1, 2016

My Bucket List - Korea

Happy New Year! 

Selamat Tahun Baru..

새해 복 많이 받으세요 

Selamat tinggal 2015, terima kasih sudah menjadi tahun yang penuh berkah bagi saya. Tahun 2015 kemarin saya mendapatkan banyak sekali pengalaman. Berikut yang telah saya lakukan selama tahun 2015: