Saturday, December 31, 2016

2016, My Self Assessment

Finally, we step on this day. The last day in 2016. I had many wishes in the beginning of this year but unfortunately I could only fulfill some. For me, this year isn’t as great as 2015. Miracles happened in that year! I think I’ve used up all of my luck that year... (hopefully not).
I wish to visit Korea again in 2016 but obviously I couldn’t go ㅠㅠ 
From the 1st row: River Hongbao 2016, After Easter vigil mass selca, character sheet masks & mini USB portable fan from Gangnam Medical Tour Center, IOM Sby's crew, Eliata goes to Bandung 2016, Goa Payoh beach-Bali, Eliata at ICA, after Christmas vigil mass-Redemtor Mundi Catholic Church, Miti goes to SG at Merlion Park. 

Saturday, December 17, 2016

Terminal 3 (almost) ultimate SHIA

Ini adalah lanjutan dari tulisan saya tentang terminal 3 bulan September kemarin. Klo kemarin saya menyangsikan kalah terminal ini benar-benar ultimate , kali ini bisa dikatakan dia hampir menunjukkan ‘ultimate-nya’.


Apa saja hal beda yang saya temui di sini pada bulan Desember ini?

Thursday, October 27, 2016

Kyoto - My solo trip to Japan

11 days Japan 1st summer trip – Part 2

From modern capital city to ancient capital city of Japan

clockwise - Kyoto Tower, Golden Paviliun (Kinkakuji Temple), Kyoto Imperial Palace, Fushimi Inari, Nijo castle, Shinkansen Tokyo-Kyoto ticket, Sento Imperial Palace, Gion, Yasaka shrine, Sannenzaka, Kiyomizudera temple

 

Kota kedua yang saya tuju di Jepang setelah Tokyo adalah Kyoto (cerita tentang perjalanan di Tokyo dapat dibaca di link ini). Saya menginap di Kyoto selama 6 hari 5 malam, tapi selama 6 hari tersebut saya tidak hanya ekslplore kota Kyoto saja. Saya melakukan day trip dari Kyoto ke Himeji, Hiroshima dan Miyajima serta Osaka. Day trip ke kota-kota tersebut dari Kyoto sangat memungkinkan bagi pemegang JR pass karena rata-rata dapatditempuh dengan shinkansen kurang dari 2 jam, bahkan untuk rute Kyoto-Osaka hanya 15 menit, berasa seperti naik subway doang ^^ (inilah yang saya sebut ‘The power of JR pass’ ^^, klo punya ini gunakanlah semaksimal mungkin) Yang full day di Kyoto dapat dikatakan hanya 2 hari.
Postingan kali ini akan membahas tentang tempat-tempat yang saya tuju di Kyoto saja, untuk Hiroshima & Miyajima, Himeji dan Osaka akan dibahas di postingan tersendiri.

Tuesday, September 27, 2016

Terminal 3 Ultimate SHIA - Ultimate?!

Dua minggu yang lalu setelah sekian lama tidak menginjakan kaki di bandara, akhirnya saya kembali eksis di bandara ^^. Walau hanya penerbangan domestik, penerbangan saya dari dan menuju ke Jakarta kemarin cukup bernilai untuk dituangkan dalam bentuk tulisan.
Terminal 3 Ultimate SHIA
Terminal 3 Ultimate - Soekarno Hatta International Airport - check in counter ala bandara di luar negeri

Penerbangan saya, dari dan menuju Jakarta menggunakan Garuda Indonesia sehingga saya berkesempatan untuk melihat sendiri terminal 3 Soekarna Hatta International Airport (SHIA) yang disebut sebagai terminal ultimate. Terminal ini baru saja beroperasi di awal Agustus 2016 dan saat ini melayani seluruh penerbangan domestik Garuda. 

Sebelum melihatnya sendiri, saya banyak mendengar cerita dari rekan-rekan yang sudah pernah melewati bandara ini bilang terrminal barunya mirip Incheon Airport, Korea Selatan. Nah penasaran dong saya.. jadi pengen melihat sendiri… Ada juga yang bilang  mirip dengan Changi Airport. Benarkah begitu? Apakah saya setuju dengan mereka? Berikut laporannya: 

Wednesday, August 17, 2016

My Happiest Memory in Seoul

What is my happiest memory from my travels in Seoul?

 
my happiest memory in seoul
Some of my favorit spots to see the spring flowers (Clockwise: Changgyeonggung, Yeouido Cherry Blossom Festival, Daehan Empire Museum at Deoksugung, Seokchon Lake cherry blossom festival - Jamsil, Yeouido cherry blossom festival)
Honestly, it was hard for me to choose only one memory. It took me 2 days to decide it. I think my happiest memory is when I went to Seoul in spring 2015. It was my precious experience because it was the first time for me to travel alone to Seoul and to see the real cherry blossom. In my country, I used to see it once a year during the Lunar New Year celebration but I only saw the plastic version of it.

At that time, I only had 4 days to explore Seoul and find the perfect spot to experience the season of cherry blossom. Despite my short travel time, I managed to go to the 3 famous cherry blossom spots in Seoul. There were Yeouido cherry blossom festival, Seokchon lake cherry blossom festival and Ewha Womans University. Beside that I also went to the 4 main palaces in Seoul and Jongmyo shrine by using the palace integrated ticket. Until now, I still remember clearly on my mind the spring vibrant that I experienced. It was so beautiful and impressive.

Sunday, August 7, 2016

Discover Seoul Pass – How to utilize it?!

 
how to utilize discover seoul pass
Clockwise: Discover Seoul Pass Card (image taken from Discover Seoul Pass Pass official website), N_Seoul Tower,Deoksugung, Trick Eye & Ice Museum, Grevin Museum, Gyeonghuiru at Gyeongbokgung, Changgyeonggung, and Jongmyo Shrine.

Discover Seoul Pass adalah tourism pass yang baru – baru ini diluncurkan oleh Seoul Tourism Organization. Begitu membaca berita tentang ini, saya langsung terinspirasi untuk menulis postingan ini. 

I read a post about Discover Seoul Pass launching on social media today and suddenly I got an idea to blog about it. On this post, you will find a way to utilize this card. Some people think it's impossible to go to all of the attractions that included in the pass, so what's the point to buy this pass. 
In my opinion, I do agree with them that we can't go to all of the attractions in 24 hours, but I think this card is usefull and worth it if we can utilize it. 


Dengan harga KRW 39.900 won (sekitar IDR 470.000), pass ini memberikan kita 24 jam free akses ke berbagai tempat wisata favorit di Seoul yang menurut promosinya tarif reguler untuk memasuki tempat-tempat wisata tersebut adalah lebih dari 150.000 won. Mari kita buktikan benar atau tidaknya promo tersebut di postingan ini. Selain untuk akses ke tempat wisata, kartu ini juga dapat berfungsi sebagai T-money card (untuk transportasi dan belanja di beberapa merchant yang bekerja sama) – akan tetapi kita harus top up saldonya terlebih dahulu. 
Kartu pass sejenis ini mengingatkan saya dengan Osaka Amazing Pass yang saya gunakan di Osaka tahun lalu. Kalau untuk Osaka Amazing pass saya sudah membuktikan sendiri kalau kartu itu memang worth it, asalkan kita pandai mengatur itinerary kita dan memilih tempat yang kita tuju. Saya rasa untuk Discover Seoul Pass ini juga akan worth it kalau kita mengatur itinerary kita dengan jeli. 
*Detail tentang pengalaman saya dengan Osaka Amazing Pass dapat dibaca di sini*
Beberapa komentar yang saya baca di postingan Seoul Korea di facebook mereka tentang pass ini mengatakan kalau pass ini tidak masuk akal karena sangatlah tidak mungkin untuk mengunjungi 16 tempat wisata dalam 24 jam, jadi intinya menurut beberapa orang pass-nya gak worth it. 
Menurut saya, memang benar kita gak mungkin bisa mengunjungi 16 tempat wisata dalam sehari, tapi kita bisa mengunjungi tempat-tempat yang kita sukai yang tercover oleh pass ini dengan biaya yang jauh lebih murah ketimbang kalau kita pergi ke sana tanpa pass ini.

Sunday, July 17, 2016

Review: Taipei Backpackers Hostel

My Favorite Ho(s)tel / Guesthouse 


Menginap di hostel ini pada trip Taiwan saya bulan November 2012. Karena tergolong sudah cukup lama, ada kemungkinan beberapa review saya sudah tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Jadi sebaiknya tetap lakukan perbandingan dengan review terbaru di Trip Advisor. 

Saya menginap di Hostel ini selama 4 hari 3 malam bersama seorang teman dan kami menempati 4-bed female dorm. Saat itu adalah kali pertamanya saya menginap di hostel dengan kamar dormitory dan saya benar-benar dibuat ketagihan untuk menginap di hostel karena kenyamanan yang saya rasakan selama menginap di hostel ini. 
Lounge - Hostel yang bagus banget buat foto-foto

Thursday, June 30, 2016

Review: Centermark Hotel Insadong

My Favorite Ho(s)tel / Guesthouse


Review untuk hotel ini sebenarnya sudah pernah saya posting di postingan tentang trip autumn Korea saya bersama KTO dan 13 orang pemenang lainnya. Jadi, review kali ini gak akan jauh berbeda dengan review sebelumnya.

Saya menginap di hotel ini pada bulan November 2015 dalam rangkaian acara Korea Tourism Organization (KTO) VIP Member trip selama 4 hari 3 malam. Seluruh biaya perjalanan saat itu menjadi tanggungan KTO termasuk biaya akomodasi di hotel ini karena saya adalah salah satu pemenang dari event VIP Member Invitation trip mereka.

Hotel ini adalah hotel bintang 4 yang terletak di kawasan Insadong, tidak jauh dari Jongno Tower. Sebagai hotel bintang 3 tentu saja, fasilitas didalamnya adalah sesuai standar bintang 4. Di trip kemarin, para pemenang ditempatkan di double room dan 1 kamar hanya ditempati oleh 1 orang. Thank you so much KTO! You’re so kind ^^

Double Room yang saya tempati bulan November 2015

Thursday, June 23, 2016

Palaces in Seoul (Goong 궁) 4 +1 + 2

Istana di Seoul 4 + 1 + 2 , pilih yang mana ya?!

(For English speaking readers, please go forward to the end of this post, you will find a summary of this post in English).

Clockwise: Changdeokgung (photo credit: Seoul Korea Facebook), Changgyeonggung, Deoksugung, Gyeongbokgung, Gyeonghuigung (photo credit: www.visitseoul.net), Jongmyo Shrine, Unhyeongung (photo credit: Seoul Korea Facebook)

Penasaran dengan 4 + 1 + 2 ?
Yuk belajar berhitung dulu ^^ 

4 +1 + 2 = Istana dan shrine di Seoul.

4 = empat istana utama di Seoul -> Gyeongbokgung 경복궁, Changdeokgung 창덕궁, Changgyeonggung 창경궁, Deoksugung 덕수궁.
1 = satu royal shrine -> Jongmyo Shrine 종묘.
2 = dua istana kecil yang juga terletak tidak jauh dari keempat istana utama -> Gyeonghuigung 경희궁 dan Unhyeongung 운현궁.


Bingung memilh istana yang mana yang akan kalian kunjungi? Berikut saya coba menggabungkan informasi dari ketujuhnya agar lebih mudah untuk dipilih. Walau sebenarnya saya pribadi sangat merekomendasikan untuk mengunjungi keenam istana tersebut beserta Jongmyo shrine – kalau kalian punya waktu lama di Seoul. Kenapa? Karena setiap istana punya ciri khas tersendiri, punya pemandangan yang gak ada duanya di tempat lain dan tentunya sejarah yang berbeda di balik setiap bangunannya.

Sunday, June 5, 2016

Review: Yim House

My Favorite Ho(s)tel / Guesthouse

Menginap di sini saat trip musim dingin tahun 2013 yang lalu.  Yim House ini konsepnya budget hotel. Saat itu saya menginap selama 3 malam di sini.


Yang saya sukai:
1. Lokasi. Pada prinsipnya saya sangat mengutamakan lokasi tempat saya menginap tiap traveling. Jadi, bisa dikatakan kalau 99% penginapan yang saya pilih punya lokasi yang strategis. Yim’s House ini lokasinya di Insadong, tidak terlalu jauh dengan stasiun subway dan sangat dekat dengan Changdeokgung, Jongmyo Shrine, dan tentunya Insadong sendiri.

2. Di sekitar hotel banyak ‘depot / warung kecil’ yang menjual masakan Korea. Convenience store seperti GS25 juga mudah ditemukan di sekitar area hotel. Jadi, kalau lapar, gak sulit untuk cari tempat makan / beli makanan.

Saturday, May 28, 2016

Review: Hotel Mikado

My Favorite Ho(s)tel / Guesthouse 


Review ini adalah bagian terakhir dari review akomodasi saya selama di Jepang, setidaknya terakhir untuk saat ini.. akan ada lagi kalau saya ke Jepang lagi. 
Hotel Mikado ini adalah hotel tempat saya menginap saat saya di Osaka. Saya menginap di sini selama 3 hari 2 malam. Saat itu seluruh hostel dengan rating tinggi lagi pada penuh semua female dorm room-nya, jadi akhirnya mau gak mau saya harus nyari alternatif lain. Setelah melototin review di Trip Advisor, akhirnya keputusan jatuh di hotel ini. Kenapa? Karena lokasi dan harganya. 

Single Room - Western Style - yang saya tempati bulan Agustus 2015 yang lalu - tidak terlalu luas tapi sangat nyaman kalau dilihat dari harganya (abaikan tas ransel-nya ^^)

Thursday, May 19, 2016

My Solo Trip to Japan: Tokyo edition

 11 days Japan 1st summer trip - Part 1


Summer Japan Solo trip - Part 1 - 4D3N Tokyo - searah jarum jam: Nijubashi Bridge, Tokyo Tower, Ueno Park, Kaminarimon Gate, LINE Friends Harajuku, Meiji Jingu Shrine, Hachiko Statue, Tokyo Skytree, Asahi Building

Udah pada tau kan kalau bulan Juli-Agustus 2015 kemarin saya jalan-jalan ke Jepang sendirian bermodalkan itinerari buatan sendiri dan NEKAD. Itu adalah kali pertamanya saya ke Jepang. Sebelum ini, saya sudah membahas sedikit tentang trip ini lewat tulisan Solo trip ke Jepang? Siapa takut!, Solo trip to Universal Studio Japan, dan Japan, expensive?!
Tokyo adalah kota pertama di Jepang yang saya kunjungi. Di sini saya tinggal selama 4 hari 3 malam, masing-masing menginap 2 malam di Khaosan Tokyo Original di daerah Asakusa dan 1 malam di First Cabin Akihabara.

Itinerari selama di Tokyo:

Hari pertama (day 2 trip)
Haneda Airport – check-in Khaosan Tokyo Original -  Tokyo Imperial Palace East Garden - Tokyo Metropolitan Government (TMG) Building & Tourist Information center - Takeshita Dori street (Harajuku) - Omotesando.

Sunday, May 15, 2016

Review: Khaosan Tokyo Original

My Favorite Ho(s)tel / Guesthouse 


Masih ingat dengan hostel favorit saya Khaosan Kyoto Guesthouse? Khaosan  Tokyo Original ini masih satu grup sama yang di Kyoto. Di Tokyo sendiri ada beberapa cabangnya. Bulan Juli 2015 yang lalu saya memutuskan untuk menginap di Khaosan Tokyo Original karena ini adalah satu-satunya hostel yang masih available female dorm roomnya. Waktu booking sama sekali gak ngeh kalau hostel ini menawarkan pemandangan spektakuler Sumida river dari jendela kamar dan rooftopnya. Saya menginap selama 3 hari 2 malam di female dorm room mereka dengan tarif JPY 2200.
Ini view yang ditawarkan di Khaosan Tokyo Original - foto ini sendiri diambil dari Asakusa Tourist Information Center, tapi view dari hostel sama-sama menampilkan Tokyo Sky Tree dan Asahi Building ^^ *pakai foto ini karena foto yang dari jendela kamar blur berkat jendela yang agak berembun*

Friday, May 6, 2016

Review:  First Cabin Akihabara

My Favorite Ho(s)tel / Guesthouse

Lorong first cabin hotel - bilik-bilik di kanan kiri lorong adalah kamar hotel

Mulai dari review ini, setiap review tidak lagi berdasarkan urutan terfavorit, tapi berdasarkan mood saya lagi mau nulis review penginapan yang mana... hehe.. jadi lebih random. Yang pasti yang saya ulas disini adalah penginapan yang biasanya saya rekomendasikan. Kali ini yang akan saya review adalah cabin hotel di Jepang. Benernya udah dari kapan hari pengen review hotel ini karena konsep kamarnya yang unik.

Sesuai namanya, hotel ini kamarnya berupa cabin, bukan cabin pesawat tapi lebih mirip kompartemen kereta atau kalau pake istilah saya , menginap di sini berasa tidur dalam lemari raksasa ^^ Disebut kabin karena luas kamar yang cukup terbatas dengan p x l x t = 1,2m x 2,1m x 2,1m untuk business class cabin berasa tidur di dalam box ^^.  Pilihan tipe kamar lainnya adalah first class cabin dengan ukuran agak luas 2,1m x 2,1m x 2,1m, yang ini lebih seperti stand pameran hahaha… Tiap bilik tidak ada pintunya, tapi sebagai gantinya untuk business class cabin diberi penutup kabin seperti slidenya proyektor yang bisa di naik turunin. Untuk tipe first class pintunya berupa pintu geser mirip accordion. Di trip Jepang tahun 2015 yang lalu , saya menginap semalam di sini bukan karena sengaja tapi karena saat itu hostel-hostel lain udah penuh, kebetulan teman saya merekomendasikan hotel ini. Saya memilih kamar tipe Business Class karena saat itu tipe first class harganya terlalu jauh dari budget saya. Kemarin saya kena tarif JPY 4900.

Tuesday, May 3, 2016

Grevin Museum - more than just a museum ^^


You can meet them all at Grevin Museum, Seoul … 


Sebelum ini saya sudah pernah posting tentang museum ini di salah satu postingan tentang Visit Korea VIPInvitation Trip bulan November 2015 kemarin. Setelah dipertimbangkan kembali, sepertinya tempat ini berhak mendapat halaman tersendiri. Saya senang banget kemarin waktu ke tempat ini, senang sekaligus puas sampai lupa waktu hahaha… gimana gak senang ya… Cuma di sini saya bisa bertemu dengan banyak seleb terkenal baik dari Hollywood sana sampai Hallyu stars dan bisa berfoto dengan mereka sepuasnya ~ walau cuma dengan patung lilinnya doang hahaha ^^ .
Ulasan khusus tentang Grevin Museum ini akan saya buat dalam bentuk W & H questions (What, Where, When, Who, Why, How). 


What is Grevin Museum?

Grevin Museum adalah museum yang memamerkan berbagai koleksi patung lilin tokoh-tokoh terkenal dunia, dari politisi, artis, atlet, pemimpin negara sampai pelukis yang venue-nya dikemas dengan tema tersendiri sesuai dengan latar belakang masing-masing tokoh.

Thursday, April 28, 2016

Review: Ibis Singapore on Bencoolen

My Favorite Ho(s)tel / Guesthouse (part 3)

Standard room with queen bed at Ibis Singapore on Bencoolen

Kalau di postingan review pertama dan kedua saya sudah review tentang penginapan budget, kali ini giliran penginapan bintang tiga yang jadi favorit saya di Singapore, Ibis Singapore on Bencoolen. Pertama kali menginap di sini saat pertama kali saya ke Singapore bersama beberapa orang teman. Kami memutuskan untuk menginap di sini karena saat itu ada promo pay 2 for 3 night untuk Accor Le Club Members dan BCA credit card holder. Sampai saat ini saya sudah pernah menginap di sana sebanyak 5 kali dan selalu puas dengan pelayanan yang diberikan. Setiap kali menginap di sana, saya selalu menemukan sesuatu yang baru, jadi bisa dikatakan hotel ini selalu meningkatkan kualitas pelayanannya. Psst... saya menginap di sana kebanyakan karena saya dapat harga promo dalam rangka Accor great sale up to 40% untuk Le Club Members (Le Club adalah membership untuk grup hotel Accor yang berlaku di seluruh dunia).
 
Ibis Singapore on Bencoolen ini adalah hotel Ibis terbaik yang pernah saya inapi, baik dari segi kualitas pelayanan maupun fasilitas - mengalahkan hotel-hotel Ibis di Jakarta (Di Jakarta sendiri, saya sudah hampir pernah menginap di seluruh hotel Ibis yang ada, yang belum tinggal Ibis Kemayoran ^^). Tidak heran kalau hotel Ibis Bencoolen ini bolak-balik memenangkan award sebagai hotel terbaik. Menurut saya pribadi, tarif hotel ini setimpal dengan lokasi, kualitas pelayanan dan fasilitas yang ditawarkan. 


Thursday, April 21, 2016

Review: Hongdae Guesthouse

My Favorite Ho(s)tel / Guesthouse (part 2)

8-bed Female Dorm Room - Hongdae Guesthouse - Seoul (mohon abaikan koper yang berantakan di kamar ini ^^)

Sebelum saya ke Jepang, Hongdae Guesthouse ini ada di urutan pertama hostel favorit saya. Sampai saat ini cuma Khaosan Kyoto Gueshouse yang bisa ngalahin hostel ini. Itupun dikarenakan lounge-nya yang super cozy, di luar itu hostel ini masih jadi favorit saya nomor 1. 
Saya tinggal di hostel ini dua kali, pertama saat trip winter tahun 2013 bersama 6 orang teman lainnya dan karena jumlah kami yang banyak, kami bisa minta satu kamar hanya untuk grup kami saja. Kedua kalinya tahun 2015 saat spring trip dan kali ini saya sendirian. Saya selalu pilih female dorm room setiap kali menginap di hostel dengan alasan kenyamanan. Di Hongdae GH ini saya juga menginap di 8-bed female dorm room dengan total malam 7 hari 6 malam. 

Sunday, April 17, 2016

Global Seoul Mate ?!

Penasaran dengan logo Global Seoul-Mate di atas yang juga saya pajang di halaman blog saya ini? Berikut postingan yang saya dedikasikan untuk menjelaskan logo tersebut dan apa sebenarnya Global Seoul-Mate itu. 

Global Seoul-Mate adalah program yang dibuat oleh Seoul Metropolitan Government sebagai salah aktivitas humas mereka untuk mempromosikan Seoul dengan merekrut orang asing, baik yang tinggal di Korea maupun di luar Korea. Tugas utama para Global Seoul-Mate ini adalah untuk turut serta mempromosikan Seoul lewat jaringan SNS pribadi  dengan membagikan testimoni ataupun pengalaman mereka selama berada di Seoul lewat berbagai jaringan sosial media (SNS = Social Network Services ; istilah kerennya social media yang biasa digunakan di Korea).

Friday, April 15, 2016

Review: Khaosan Kyoto Guesthouse

My Favorite Ho(s)tel / Guesthouse (part 1)

Khaosan Kyoto Guesthouse (dari atas searah jarum jam: 6-bed female dorm room - ini kamar saya selama 5 malam kemarin, Khaosan Kyoto's postcard - diberikan ke customer bersama dengan beberapa pcs permen saat check out sebagai souvenir, dapur dan pantry yang jadi satu dengan lounge, lounge / common room).

Mulai dari minggu ini, saya akan posting ulasan tentang hotel / hostel / guesthouse yang pernah saya inapi selama traveling. Di ulasan ini saya akan memberikan rating untuk setiap tempat, tips dan informasi terkait penginapan tersebut. Rating yang saya berikan adalah dalam skala 1-5, 1 = very bad, 5 = very good.

Untuk postingan pertama ini saya mulai dari penginapan  yang paling saya sukai. Yang berada di urutan pertama adalah sebuah guesthouse di Jepang, tepatnya di kota Kyoto. Namanya Khaosan Kyoto Guesthouse. Saya menginap di sana selama 5 malam dengan tarif saat itu JPY 2700 (sekitar IDR 297.000) untuk 6 bed female dorm room – saat itu sepertinya agak mahal karena saya bookingnya seminggu sebelum keberangkatan dan saat ada festival Matsuri di Gion.

Thursday, April 14, 2016

Japan, expensive?!

Tidak bisa dipungkiri jawabannya adalah YA. Jepang adalah salah satu negara di dunia yang biaya hidupnya tergolong cukup tinggi. Tapi buat kita yang ke sana cuma dalam rangka jalan-jalan, ada berbagai cara untuk menghemat biaya perjalanan kita selama di sana. Buat yang udah membaca postingan saya berjudul ‘Solo trip ke Jepang, siapa takut!’ pasti udah pada tau klo bulan Juli-Agustus 2015 kemarin saya ke Jepang untuk pertama kalinya dan nekad pergi sendirian selama 11 hari. Saya berhasil mengunjungi 6 kota di Jepang dan Universal Studio Japan
 
Berapa total biaya perjalanan saya kemarin? 50 juta? 20 juta?  Gak sampe… total budget saya sendiri saat berangkat adalah 17juta, termasuk biaya penginapan, transportasi, JR pass 7 hari, Universal Studio Jepang, tiket masuk tempat wisata lainnya dan biaya shopping pribadi saya. Jadi, biaya sesungguhnya tanpa JR Pass 7 hari (IDR 3.200.000), tiket Universal Studio (JPY 7200, sekitar IDR 800.000) dan biaya shopping pribadi saya, totalnya kurang dari IDR 13.000.000. Please note: trip ini saya rencanakan hanya dalam waktu 2 minggu sebelum tanggal keberangkatan,  jadi sudah pasti biaya untuk penginapan akan jadi lebih mahal.
Ini kartu-kartu 'sakti' Tokyo summer trip Juli-Agustus 2015 kemarin - kartu-kartu ini sama berharganya dengan paspor: (dari kiri ke kanan) Kyoto Subway 1-day pass, Kyoto City bus & bus 1-day pass, Tokyo subway 3-day pass, Osaka Amazing 1-day pass dan yang paling sakti JR Pass - ini satu-satunya kartu sakti yang memberi saya hampir all access ke Shinkansen station dan JR station.

Sunday, March 27, 2016

If I only had 2 days 1 night in Korea ...

Gyeonghuiru Pavilion at Gyeongbokgung in spring


I've been asked to answer this question recently. That is why I decided to write about it. This is going to be my first blog post in English, so please excuse my bad grammar x_x. English is not my first language and I've taken an English course for 5 months (for the 1st time ever in my life). Hopefully, I didn't make too many grammar mistakes ^^
Honestly, it was really hard for me to answer that question because I would never schedule a one night holiday in Korea. Until now, Korean visa is one of the hardest visa to apply for non-frequent flyer & Indonesia passport holder. I was lucky enough to be granted Korean Visa for 4 times. Because of that, once I got the visa, I need to enjoy my holiday in Korea as long as I can. 
Okay, exclusively for writing this post, I’ve tried my best to imagine this situation ‘what should I do if I only had 2 days 1 night in Korea?’
 

If I only had 2 days 1 night in Korea (if this was my 1st visit to Korea), I would spend it in Seoul and my 2D1N itinerary in Seoul would be like this: 

Monday, February 1, 2016

Spring, Summer, Autumn, Winter, Which one?!

Enaknya pilih yang mana ya?  

 
Spring Seoul April 2015 (Yeouido Cherry Blossoms Tunnel) - Summer Kyoto July 2015 (Sento Imperial Palace Garden) - Autumn Seoul 2015 (Deoksugung) - Winter Seoul 2013 (Nami Island)

Tidak ada jawaban yang benar untuk pertanyaan di atas karena setiap orang punya preferensi yang berbeda-beda. Ada banyak perbedaan yang dapat kita jumpai dari keempat musim tersebut, mulai dari temperatur, curah hujan, pemandangan, pakaian sampai pada makanan. Perbedaan yang paling kelihatan adalah temperatur. Nah, dari temperatur ini saja - sebut saja panas dan dingin - pendapat setiap orang sudah beda. Buat saya suhu ruangan 18 derajat celcius itu sejuk dan segar - bukan dingin. Tapi bagi sebagian besar orang temperatur segitu udah dingin banget. Contoh lain lagi, kalau saya berada di luar ruangan saat suhu daratan 27 derajat saja, saya akan mandi keringat, tapi banyak orang di luar sana yang bahkan sampai 35 derajat gak keringatan sama sekali. Jadi, dingin dan panas itu relatif banget ya, tergantung diri kita masing-masing karena daya tahan setiap orang terhadap suhu dingin ataupun panas itu berbeda-beda.

Tuesday, January 26, 2016

Solo trip to Universal Studio Japan ?! Yes, you can do it!

Bulan Agustus 2015 kemarin, untuk pertama kalinya saya menginjakan kaki ke negeri sakura (cek itinerari selengkapnya disini) dan untuk pertama kalinya juga saya bermain di theme park sendirian. Siapa bilang kalau ke theme park sendirian bakal cepat bosan dan terkesan aneh. Dari pengalaman saya kemarin, gak tuh. Mau tau kenapa?


Keuntungan

Benefit utama bagi yang ke theme park sendirian adalah kita bisa memanfaatkan opsi single rider di beberapa wahana favorit. Single rider disini maksudnya adalah jalur antrian khusus yang diberikan untuk peserta yang hanya bawa diri gak bawa teman, ya contohnya kayak saya yang solo trip ke USJ. Opsi single rider ini dibuat untuk menggenapi jumlah rider dari tiap wahana. Misalnya untuk roller coaster yang 1 kereta isinya 3 orang dan di antrian regular ada pasangan yang siap menaiki kereta tersebut, nah daripada 1 slot kursi di keretanya   nganggur gak ada yang naikin, diambillah 1 orang dari single rider sebagai penggenap. Opsi single rider ini biasanya ada di wahana favorit yang selalu ramai peminat, dan biasanya antrian khusus single rider dibuka kalau jumlah pengantri di jalur regular sangat banyak. Dari segi waktu, opsi ini sangat membantu. Dari pengalaman saya kalau regular rider perlu 120 min untuk mencapai ujung antrian, single rider hanya perlu 30 min bahkan bisa kurang.
Opsi single rider ini bisa digunakan oleh siapapun yang bersedia menaiki wahana sendirian atau tidak barengan dengan teman-temannya.
Benefit lainnya adalah saat mau lunch atau dinner di dalam theme park gampang cari kursi kosong, karena hanya perlu 1 kursi. Selain itu, mudah untuk memutuskan mau naik wahana apa dulu, karena cuma sendirian, gak perlu diskusi dulu.

Friday, January 1, 2016

My Bucket List - Korea

Happy New Year! 

Selamat Tahun Baru..

새해 복 많이 받으세요 

Selamat tinggal 2015, terima kasih sudah menjadi tahun yang penuh berkah bagi saya. Tahun 2015 kemarin saya mendapatkan banyak sekali pengalaman. Berikut yang telah saya lakukan selama tahun 2015: