Showing posts with label Hongkong. Show all posts
Showing posts with label Hongkong. Show all posts

Thursday, February 6, 2014

I love Snoopy

Sudah lama saya ingin posting mengenai karakter kartun favorit saya , Snoopy. Saking sukanya saya sama snoopy, saya selalu berusaha untuk mengunjungi Snoopy’s world, Charlie Brown Cafe yang ada di setiap negara yang saya kunjungi. Sampai saat ini saya juga masih aktif hunting pernak pernik berbau Snoopy. Di Indonesia, pernak pernik ini cukup sulit untuk ditemukan, karena di sini tidak ada store resmi yang menjual pernak pernik Snoopy. Yang ada hanya toko baju baby Snoopy’s baby. Jadi, biasanya saya hunting pernak pernik Snoopy ketika saya di luar negeri. Pernak pernik Snoopy paling mudah ditemukan di Charlie Brown Café. Di Asia Charlie Brown Café ada di Malaysia, Singapura, Hongkong, China, Korea dan Taiwan.
Berikut lokasi bertema Snoopy yang pernah saya kunjungi :
  1. Charlie Brown Café – 313 Somerset - Singapura 


Café ini jadi 1 dengan mall 313 Somerset, café ini dapat diakses dari Somerset MRT Station dan pilih exit yang menuju ke 313 Somerset, kalau sudah masuk ke dalam mall, cara termudah untuk menemukannya adalah dengan bertanya ke bagian informasi mall, lokasi Charlie Brown Café ada di bagian luar mall. Charlie Brown café ini tidak terlalu besar, tapi merchandise yang dijual cukup banyak pilihannya.

Monday, December 30, 2013

Tuntutlah ilmu sampai negeri China ... (edisi sarana transportasi)

Lain negara lain pula sarana transportasinya. kali ini saya akan menuliskan testimoni saya untuk sarana transportasi yang saya gunakan selama di Guangzhou, Shenzhen, Macau, dan Hongkong. Perjalanan saya kali ini adalah perjalanan yang menggunakan berbagai macam alat transportasi, mulai dari pesawat, kereta api, metro / subway, bus, taxi, trem, dan ferry.

Airbus A380
Perjalanan saya awali dari Hongkong, kali ini saya terbang dengan Singapore Airlines pp dari Jakarta, dengan rute CGK-SIN-HKG dan HKG-SIN-CGK. Beruntung tanpa sengaja saya memilih penerbangan yang menggunakan airbus A380 nya SQ yang notabene adalah pesawat penumpang terbesar berkapasitas kurang lebih 500 orang, dengan cabin 2 tingkat dan susunan kursi kelas ekonomi 3 - 4 - 3. Dari yang saya dengar, di Indonesia bandara yang dapat menampung pesawat ini hanya bandara Kuala Namu, Medan yang baru diresmikan beberapa waktu yang lalu. Bandara sebesar Soetta sekalipun belum bisa menampung pesawat ini karena sarana dan prasarana yang ada belum memadai untuk pesawat jenis ini.
Economy Cabin A380 - SQ (maaf untuk exteriornya agak sulit untuk di foto)

Saturday, November 16, 2013

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China ... (edisi kota dan gaya hidup) - Part III

HK Central - view dari Avenue of the Stars

Setelah Guangzhou dan Shenzhen, kali ini giliran Macau dan Hongkong, semoga tidak terlalu panjang jika dijadikan satu postingan.
Sebagai bekas jajahan, kedua Negara ini budayanya telah bercampur dengan budaya asing, jadi sedikit berbeda dengan apa yang ada di China. Di Macau dan Hongkong jumlah orang yang mampu berbahasa Inggris lebih mudah ditemukan dibandingkan di Guangzhou dan Shenzhen. Orang asing (bule) juga lebih banyak yang seliweran di sepanjang jalan kedua Negara ini.


Macau


Macau - view dari Mount Fortress

Berada di Macau membuat saya merasa seperti di Eropa, tidak seperti di Asia. Bagaimana tidak ?! nama-nama jalan di Macau masih menggunakan nama-nama jalan dalam bahasa Portugis, seperti Rua, Avenida. Semua petunjuk jalan pun masih menggunakan bahasa Portugis, jadi kalau di Macau kita akan menemukan petunjuk jalan dengan 4 bahasa - Portugis, Inggris, China, Kanton. Bangunan-bangunannya pun masih banyak yang bergaya Portugis.

Sunday, October 27, 2013

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China ... (edisi kota dan gaya hidup) - Part I

Ada pepatah yang mengatakan kalau kita harus menuntut ilmu sampai ke negeri China, hmm... akhirnya saya punya kesempatan untuk membuktikan pepatah ini (dalam arti sebenarnya ya wkwkwk). Tidak salah memang kalau China menyimpan banyak hal yang mungkin tidak akan kita temui selain di China. Dari 7 hari perjalanan saya di Guangzhou, Shenzhen, Macau dan Hongkong saya mendapatkan beberapa pengetahuan baru di sana. Salah satunya membuktikan rumor yang beredar selama ini soal RRC. Banyak traveller yang mengatakan kalau RRC itu orang-orangnya jorok, masakan China di negara asalnya tidaklah seenak di Chinese food resto di tanah air, dan masih banyak lagi rumor-rumor yang beredar tentang negara ini. Apakah itu semua benar ?

Selama 7 hari perjalanan saya di sana saya berusaha untuk membuktikan satu per satu pendapat-pendapat yang pernah saya dengar dan saya baca tentang China dan hasilnya hmm... 99% pendapat tersebut adalah benar adanya. Bahkan papa saya yang sebelumnya pernah ke sana pun mau tidak mau harus mengakui kebenaran tersebut. Selama ini papa selalu berangkat ke luar negeri dengan tur, jadinya sangat jarang berinteraksi langsung dengan segala keruwetan yang ada di setiap kota di negara tersebut. Kalau ikut tur kan tinggal datang duduk diam saja , tinggal naik turun bus dan mengikuti jadwal yang ada. Kali ini papa mau tidak mau harus mengikuti saya yang paling ogah ikutan tur. Secara budget traveling saya bisa membengkak kalau ikutan tur, yang biasanya 5 juta sudah all in termasuk biaya belanja, kalau ikut tur jumlah segitu belum tentu cukup untuk membayar biaya tur itu sendiri.  Saya akan mengawali pembuktian saya dengan testimoni-testimoni saya untuk setiap kota yang saya kunjungi saat ini.


Guangzhou
Dari HKIA - Hongkong International Airport saya langsung menuju Guangzhou dengan bus yang dapat dinaiki dari mainland coach terminal di HKIA. Perjalanan dari HKIA ke Guangzhou ini sebenarnya hanya sekitar 2 - 2,5 jam, tapi dikarenakan antrian di border maka bisa molor sampai 4 jam. Dari HKIA ke border / perbatasan Hongkong dengan RRC - saat itu saya melewati Huanggang - Shenzhen border, mobil yang digunakan untuk mengangkut penumpang adalah Alphard. Mobil ini hanya akan mengantar kita sampai border, setelah itu kita akan dipindahkan ke Bus yang akan mengantar kita langsung ke Guangzhou. Hari itu saya bersama 2 orang pasangan India, dan 2 orang Afrika, jadi total penumpang 6 orang.


China Immigration Inspection - di Shenzhen - Hongkong border