Showing posts with label Tips. Show all posts
Showing posts with label Tips. Show all posts

Thursday, May 7, 2020

Daegu, A K-drama's Pilgrimage destination

Sebuah tulisan yang memperkenalkan Daegu sebagai destinasi 'napak tilas' Korean drama

Filming location drama daegu
Photo Apsan Observatory credit to: Daegu Tourism Bureau


Daegu adalah sebuah kota metropolitan di Korea Selatan yang terletak 237 kilometer dari Seoul. Jika dibandingkan dengan kota-kota metropolitan lainnya, pamor Daegu sebagai tujuan wisata turis mancanegara tidaklah se-terkenal Seoul dan Busan. Akan tetapi pada awal tahun 2020 ini, nama Daegu tiba-tiba menarik perhatian internasional dan menjadi topik utama di berbagai berita mancanegara, termasuk di Indonesia. Karenanya, saat ini bisa dikatakan Daegu telah dikenal dunia sebagai epicenter virus covid-19 di Korea Selatan. Hampir semua orang akan mengaitkan Daegu dengan virus corona setiap kali mereka mendengar soal Daegu. *setidaknya inilah yang saya dengar dari para pengunjung Astindo Fair awal tahun 2020 kemarin.

Pada bulan September 2018 lalu, saya berkesempatan untuk mengunjungi Daegu dan tinggal di sana selama 5 hari 4 malam. Saya mengunjungi Daegu bersama finalis event KBS World 'Battle Trip in Daegu'. Buat saya, trip 'menjemput impian' saya untuk menapak tilas adegan-adegan favorit di K-drama favorit saya. Di trip ini, seluruh finalis diberi waktu 3 hari untuk mengelilingi Daegu dengan itinerari buatan sendiri dan membuat video perjalanan untuk disubmit setiap harinya ke tim KBS World. Video ini lah yang nantinya akan di upload di YouTube resmi KBS World dan di voting oleh seluruh follower SNS KBS World. Untuk video harian ini, tim saya membuat sebuah drama pendek berjudul 'What Happened in Daegu?' yang terbagi menjadi 3 episode. Drama kami ini bercerita tentang 2 anak perempuan yang bertemu di Daegu dan kemudian menjadi sahabat karib. Adegan-adegan dalam drama kami mayoritas terinspirasi dari adegan-adegan di K-drama yang lokasi syutingnya kami kunjungi. Video bertema drama ini berhasil memenangkan juara 2 di event 'Battle Trip in Daegu' ini.


Tuesday, November 19, 2019

Blue House Tour (Again) - TIPS

Cheongwadae tour tips
The main building of Blue House in May 2019


Kalau Amerika Serikat punya The White House, Korea Selatan punya The Blue House. Sama halnya dengan White House, Blue House atau dalam bahasa Korea disebut Cheongwadae (cwd) ini juga berfungsi sebagai tempat tinggal dan kantor resmi Presiden Korea Selatan. Lokasinya berada di pusat kota Seoul tepatnya berada dibelakang istana Gyeongbok.

Buat orang awam seperti kita, kunjungan ke cwd ini hanya dapat dilakukan dengan ikutan cwd tur yang aplikasinya harus dilakukan jauh-jauh hari (aplikasi dibuka 3 minggu sebelum tanggal tur). Gue sendiri di tahun 2019 mengunjungi cwd 3 kali, masing-masing di bulan April, Mei, dan Oktober. Itupun, kunjungan di bulan Mei bukanlah lewat tur melainkan kunjungan atas undangan untuk menghadiri Induction Ceremony Korea.net Honorary Reporters. (Baca selengkapnya disini).

Saturday, September 14, 2019

Apply visa Korea - No more drama!

Sekarang mengurus visa Korea sudah gak pake drama lagi. Kenapa? Karena saat ini untuk aplikasi visa Korea Selatan tidak lagi diterima langsung oleh bagian konsular Kedutaan Besar Republik Korea untuk Indonesia. Per tanggal 2 Mei 2019 kemarin, pengajuan visa Korea Selatan harus melalui Korea Visa Application Center (KVAC). 
Korea visa application center
Pintu Masuk Korea Visa Application Center

Ini kabar baik atau kabar buruk nih? Lebih mudah atau lebih susah nih urus visanya? 

Jawabannya tergantung dilihat dari sudut pandang mana ^^. Tiap perubahan itu pasti ada dampak positif dan negatifnya. Nah, untuk menjawab pertanyaan teman-teman sekalian yang ingin apply visa Korea, di postingan kali ini, gue akan coba untuk memberikan gambaran perbedaan proses visa dahulu dan sekarang. 


Tuesday, June 25, 2019

Budget travel to Korea? Yes we can do it!


Bukchon Hanok Village 

Saya yakin di luar sana banyak yang pengen jalan-jalan ke Korea tapi belum juga kesampaian karena kendala budget. Hal ini juga yang bikin saya dan beberapa teman di 'nyinyirin' karena kami udah ke Korea beberapa kali. Kata-kata yang paling sering kami dapatkan adalah "wuih lo pasti kaya banget ya, ke Korea mlulu." Well.. biasanya sih saya cuma jawab begini aja ke mereka "amin, makasih loh udah didoain punya duit banyak." *biar gak lanjut lagi omongannya - biasa juga ujung-ujungnya minta oleh-oleh (oops).  Nah jadi bener gak sih apa yg mereka bilang itu, klo jalan-jalan ke Korea itu mahal,  cuma orang yang punya duit banyak aja yang sanggup ke Korea? 

Wednesday, May 1, 2019

Trip mengejar cherry blossoms 2.0

Long time no see cherry blossoms! ^^ 

Itinerary spring korea cherry blossoms


Setelah 4 tahun, akhirnya gue bisa liat cherry blossoms lagi ^^ (baca perjalanan berburu cherry blossoms edisi pertama gue tahun 2015 di link ini). 

What? 

Tahun 2019 ini, gue kembali menjalankan misi perburuan cherry blossoms di Korea. Kalau tahun 2015 kemarin gue cuma punya waktu kurang dari seminggu untuk berburu cherry blossoms di Seoul, tahun 2019 ini gue punya waktu 9 hari 9 malam untuk berburu dari ujung ke ujung ^^. 

Selain berburu cherry blossoms, di trip kali ini gue juga mencoba naik KTX, intercity bus, dan mengunjungi beberapa kota baru. 

Saturday, February 23, 2019

Tips Hunting Tiket Pesawat di Astindo Travel Fair


Setelah sekian lama tidak absen di travel fair, Jumat kemarin akhirnya saya absen lagi, kali ini di Astindo Travel Fair 2019 yang bertempat di JCC. Kenapa saya pilih ke Astindo Travel Fair bukan ke SQ  atau Cathay Pacific Travel Fair? Alasannya sih karena mau berangkat ke negara yang dituju dengan penerbangan langsung (ketebak dong ya berangkatnya udah pasti bukan ke Singapore atau Hongkong) ^^.


tips travel fair
Suasana antrian  di ticket box Astindo Travel Fair 2019 jam 8.49 pagi, Jumat, 22 Feb 2019

Jumat kemarin ini, dengan tekad bulat dan semangat mau liburan, saya berhasil mendapatkan tiket pesawat dengan harga cukup miring untuk penerbangan di ‘high season’ dan tanggal terbang dalam waktu lumayan dekat. Selain itu, karena belinya di travel fair tentunya banyak juga bonus-bonus tambahan yang saya dapatkan. Apa saja itu? Kita bahas setelah ini ya. Sebelumnya saya mau membagikan tips sukses berburu tiket di Astindo travel fair yang diadakan setiap tahun ini.


Saturday, January 20, 2018

Tips: Penang - Medical Tourism

Berobat ke Penang (Tips and Things to Know) 


Selamat Tahun Baru 2018!
Sudah lama rasanya saya tidak posting sesuatu di blog ini dikarenakan berbagai macam kendala yang saya hadapi setahun ini.
Postingan pertama saya adalah mengenai wisata medis di negara tetangga kita, Malaysia.
Street art in Penang 


Sudah menjadi rahasia umum, banyak sekali orang-orang Indonesia yang mengunjungi Malaysia untuk berobat. Dua kota yang menjadi favorit adalah Malaka dan Penang. Yang akan saya bahas kali ini adalah Penang.

Tuesday, February 28, 2017

Dream comes true - Korea.net Honorary Reporter

Senang banget rasanya ketika dapat email dari Korea.net kalau saya terpilih menjadi salah satu Honorary reporter mereka. Tidak disangka perjuangan saya belajar bahasa Inggris setahun yang lalu membuahkan hasil.


Sebagai honorary reporter, tugas utama kami adalah menulis tentang Korea. Tidak ada batasan untuk topik yang dipilih asalkan tidak terlalu menyinggung politik dan agama. Seluruh artikel akan melalui proses editing sebelum di posting di koreanet blog. Hanya artikel-artikel terpilihlah yang akan di publish juga di website utama mereka korea.net. 






Thursday, January 26, 2017

K-Beauty : what to buy?

This is one of the most frequent asked questions that I’ve ever got from my friends. Every time me or their relatives inform them that they want to go to Korea and ask them whether they have some K-beauty products that they want to buy or not in Korea, they don’t know what to buy and usually, they will ask me about it.  

I believe they knew that Korea is famous with its beauty product. They knew it but since there are many brands in the market and K-beauties are pretty expensive here in Indonesia, almost 90% of them haven’t tried it yet. The brand that commonly found here are Etude House and Faceshop because these two have opened their store here for a few years. The other brands that already open their official store here are Laneige, The Saem, Skin Food, Tony Moly.

Ini adalah salah satu pertanyaan yang sering diajukan orang-orang ke saya, tiap kali ada rekan/keluarga/saya akan ke Korea. Mereka sebenarnya tau kalau Korea terkenal dengan produk kecantikannya, tapi mayoritas dari mereka tidak tau apa yang paling favorit dari produk-produk yang ada yang bisa mereka titip (baca: kembali ke tradisi orang kita yang terbiasa dengan titip menitip barang ke teman/keluarga yang berangkat ke luar negeri).
Berhubung brand kosmetik Korea sangatlah banyak dan belum banyak juga yang sudah punya store sendiri di Indonesia, jadinya memang gak heran kalau banyak dari kita yang belum tau produk apa saja yang jadi favorit di negaranya sono. Selain itu harga produk yang cukup mahal di store Indonesia juga menjadi alasan kenapa belum banyak dari kita yang menggunakan kosmetik Korea.

Thursday, October 27, 2016

Kyoto - My solo trip to Japan

11 days Japan 1st summer trip – Part 2

From modern capital city to ancient capital city of Japan

clockwise - Kyoto Tower, Golden Paviliun (Kinkakuji Temple), Kyoto Imperial Palace, Fushimi Inari, Nijo castle, Shinkansen Tokyo-Kyoto ticket, Sento Imperial Palace, Gion, Yasaka shrine, Sannenzaka, Kiyomizudera temple

 

Kota kedua yang saya tuju di Jepang setelah Tokyo adalah Kyoto (cerita tentang perjalanan di Tokyo dapat dibaca di link ini). Saya menginap di Kyoto selama 6 hari 5 malam, tapi selama 6 hari tersebut saya tidak hanya ekslplore kota Kyoto saja. Saya melakukan day trip dari Kyoto ke Himeji, Hiroshima dan Miyajima serta Osaka. Day trip ke kota-kota tersebut dari Kyoto sangat memungkinkan bagi pemegang JR pass karena rata-rata dapatditempuh dengan shinkansen kurang dari 2 jam, bahkan untuk rute Kyoto-Osaka hanya 15 menit, berasa seperti naik subway doang ^^ (inilah yang saya sebut ‘The power of JR pass’ ^^, klo punya ini gunakanlah semaksimal mungkin) Yang full day di Kyoto dapat dikatakan hanya 2 hari.
Postingan kali ini akan membahas tentang tempat-tempat yang saya tuju di Kyoto saja, untuk Hiroshima & Miyajima, Himeji dan Osaka akan dibahas di postingan tersendiri.

Tuesday, September 27, 2016

Terminal 3 Ultimate SHIA - Ultimate?!

Dua minggu yang lalu setelah sekian lama tidak menginjakan kaki di bandara, akhirnya saya kembali eksis di bandara ^^. Walau hanya penerbangan domestik, penerbangan saya dari dan menuju ke Jakarta kemarin cukup bernilai untuk dituangkan dalam bentuk tulisan.
Terminal 3 Ultimate SHIA
Terminal 3 Ultimate - Soekarno Hatta International Airport - check in counter ala bandara di luar negeri

Penerbangan saya, dari dan menuju Jakarta menggunakan Garuda Indonesia sehingga saya berkesempatan untuk melihat sendiri terminal 3 Soekarna Hatta International Airport (SHIA) yang disebut sebagai terminal ultimate. Terminal ini baru saja beroperasi di awal Agustus 2016 dan saat ini melayani seluruh penerbangan domestik Garuda. 

Sebelum melihatnya sendiri, saya banyak mendengar cerita dari rekan-rekan yang sudah pernah melewati bandara ini bilang terrminal barunya mirip Incheon Airport, Korea Selatan. Nah penasaran dong saya.. jadi pengen melihat sendiri… Ada juga yang bilang  mirip dengan Changi Airport. Benarkah begitu? Apakah saya setuju dengan mereka? Berikut laporannya: 

Sunday, August 7, 2016

Discover Seoul Pass – How to utilize it?!

 
how to utilize discover seoul pass
Clockwise: Discover Seoul Pass Card (image taken from Discover Seoul Pass Pass official website), N_Seoul Tower,Deoksugung, Trick Eye & Ice Museum, Grevin Museum, Gyeonghuiru at Gyeongbokgung, Changgyeonggung, and Jongmyo Shrine.

Discover Seoul Pass adalah tourism pass yang baru – baru ini diluncurkan oleh Seoul Tourism Organization. Begitu membaca berita tentang ini, saya langsung terinspirasi untuk menulis postingan ini. 

I read a post about Discover Seoul Pass launching on social media today and suddenly I got an idea to blog about it. On this post, you will find a way to utilize this card. Some people think it's impossible to go to all of the attractions that included in the pass, so what's the point to buy this pass. 
In my opinion, I do agree with them that we can't go to all of the attractions in 24 hours, but I think this card is usefull and worth it if we can utilize it. 


Dengan harga KRW 39.900 won (sekitar IDR 470.000), pass ini memberikan kita 24 jam free akses ke berbagai tempat wisata favorit di Seoul yang menurut promosinya tarif reguler untuk memasuki tempat-tempat wisata tersebut adalah lebih dari 150.000 won. Mari kita buktikan benar atau tidaknya promo tersebut di postingan ini. Selain untuk akses ke tempat wisata, kartu ini juga dapat berfungsi sebagai T-money card (untuk transportasi dan belanja di beberapa merchant yang bekerja sama) – akan tetapi kita harus top up saldonya terlebih dahulu. 
Kartu pass sejenis ini mengingatkan saya dengan Osaka Amazing Pass yang saya gunakan di Osaka tahun lalu. Kalau untuk Osaka Amazing pass saya sudah membuktikan sendiri kalau kartu itu memang worth it, asalkan kita pandai mengatur itinerary kita dan memilih tempat yang kita tuju. Saya rasa untuk Discover Seoul Pass ini juga akan worth it kalau kita mengatur itinerary kita dengan jeli. 
*Detail tentang pengalaman saya dengan Osaka Amazing Pass dapat dibaca di sini*
Beberapa komentar yang saya baca di postingan Seoul Korea di facebook mereka tentang pass ini mengatakan kalau pass ini tidak masuk akal karena sangatlah tidak mungkin untuk mengunjungi 16 tempat wisata dalam 24 jam, jadi intinya menurut beberapa orang pass-nya gak worth it. 
Menurut saya, memang benar kita gak mungkin bisa mengunjungi 16 tempat wisata dalam sehari, tapi kita bisa mengunjungi tempat-tempat yang kita sukai yang tercover oleh pass ini dengan biaya yang jauh lebih murah ketimbang kalau kita pergi ke sana tanpa pass ini.

Thursday, June 23, 2016

Palaces in Seoul (Goong 궁) 4 +1 + 2

Istana di Seoul 4 + 1 + 2 , pilih yang mana ya?!

(For English speaking readers, please go forward to the end of this post, you will find a summary of this post in English).

Clockwise: Changdeokgung (photo credit: Seoul Korea Facebook), Changgyeonggung, Deoksugung, Gyeongbokgung, Gyeonghuigung (photo credit: www.visitseoul.net), Jongmyo Shrine, Unhyeongung (photo credit: Seoul Korea Facebook)

Penasaran dengan 4 + 1 + 2 ?
Yuk belajar berhitung dulu ^^ 

4 +1 + 2 = Istana dan shrine di Seoul.

4 = empat istana utama di Seoul -> Gyeongbokgung 경복궁, Changdeokgung 창덕궁, Changgyeonggung 창경궁, Deoksugung 덕수궁.
1 = satu royal shrine -> Jongmyo Shrine 종묘.
2 = dua istana kecil yang juga terletak tidak jauh dari keempat istana utama -> Gyeonghuigung 경희궁 dan Unhyeongung 운현궁.


Bingung memilh istana yang mana yang akan kalian kunjungi? Berikut saya coba menggabungkan informasi dari ketujuhnya agar lebih mudah untuk dipilih. Walau sebenarnya saya pribadi sangat merekomendasikan untuk mengunjungi keenam istana tersebut beserta Jongmyo shrine – kalau kalian punya waktu lama di Seoul. Kenapa? Karena setiap istana punya ciri khas tersendiri, punya pemandangan yang gak ada duanya di tempat lain dan tentunya sejarah yang berbeda di balik setiap bangunannya.

Thursday, May 19, 2016

My Solo Trip to Japan: Tokyo edition

 11 days Japan 1st summer trip - Part 1


Summer Japan Solo trip - Part 1 - 4D3N Tokyo - searah jarum jam: Nijubashi Bridge, Tokyo Tower, Ueno Park, Kaminarimon Gate, LINE Friends Harajuku, Meiji Jingu Shrine, Hachiko Statue, Tokyo Skytree, Asahi Building

Udah pada tau kan kalau bulan Juli-Agustus 2015 kemarin saya jalan-jalan ke Jepang sendirian bermodalkan itinerari buatan sendiri dan NEKAD. Itu adalah kali pertamanya saya ke Jepang. Sebelum ini, saya sudah membahas sedikit tentang trip ini lewat tulisan Solo trip ke Jepang? Siapa takut!, Solo trip to Universal Studio Japan, dan Japan, expensive?!
Tokyo adalah kota pertama di Jepang yang saya kunjungi. Di sini saya tinggal selama 4 hari 3 malam, masing-masing menginap 2 malam di Khaosan Tokyo Original di daerah Asakusa dan 1 malam di First Cabin Akihabara.

Itinerari selama di Tokyo:

Hari pertama (day 2 trip)
Haneda Airport – check-in Khaosan Tokyo Original -  Tokyo Imperial Palace East Garden - Tokyo Metropolitan Government (TMG) Building & Tourist Information center - Takeshita Dori street (Harajuku) - Omotesando.

Thursday, April 14, 2016

Japan, expensive?!

Tidak bisa dipungkiri jawabannya adalah YA. Jepang adalah salah satu negara di dunia yang biaya hidupnya tergolong cukup tinggi. Tapi buat kita yang ke sana cuma dalam rangka jalan-jalan, ada berbagai cara untuk menghemat biaya perjalanan kita selama di sana. Buat yang udah membaca postingan saya berjudul ‘Solo trip ke Jepang, siapa takut!’ pasti udah pada tau klo bulan Juli-Agustus 2015 kemarin saya ke Jepang untuk pertama kalinya dan nekad pergi sendirian selama 11 hari. Saya berhasil mengunjungi 6 kota di Jepang dan Universal Studio Japan
 
Berapa total biaya perjalanan saya kemarin? 50 juta? 20 juta?  Gak sampe… total budget saya sendiri saat berangkat adalah 17juta, termasuk biaya penginapan, transportasi, JR pass 7 hari, Universal Studio Jepang, tiket masuk tempat wisata lainnya dan biaya shopping pribadi saya. Jadi, biaya sesungguhnya tanpa JR Pass 7 hari (IDR 3.200.000), tiket Universal Studio (JPY 7200, sekitar IDR 800.000) dan biaya shopping pribadi saya, totalnya kurang dari IDR 13.000.000. Please note: trip ini saya rencanakan hanya dalam waktu 2 minggu sebelum tanggal keberangkatan,  jadi sudah pasti biaya untuk penginapan akan jadi lebih mahal.
Ini kartu-kartu 'sakti' Tokyo summer trip Juli-Agustus 2015 kemarin - kartu-kartu ini sama berharganya dengan paspor: (dari kiri ke kanan) Kyoto Subway 1-day pass, Kyoto City bus & bus 1-day pass, Tokyo subway 3-day pass, Osaka Amazing 1-day pass dan yang paling sakti JR Pass - ini satu-satunya kartu sakti yang memberi saya hampir all access ke Shinkansen station dan JR station.

Sunday, March 27, 2016

If I only had 2 days 1 night in Korea ...

Gyeonghuiru Pavilion at Gyeongbokgung in spring


I've been asked to answer this question recently. That is why I decided to write about it. This is going to be my first blog post in English, so please excuse my bad grammar x_x. English is not my first language and I've taken an English course for 5 months (for the 1st time ever in my life). Hopefully, I didn't make too many grammar mistakes ^^
Honestly, it was really hard for me to answer that question because I would never schedule a one night holiday in Korea. Until now, Korean visa is one of the hardest visa to apply for non-frequent flyer & Indonesia passport holder. I was lucky enough to be granted Korean Visa for 4 times. Because of that, once I got the visa, I need to enjoy my holiday in Korea as long as I can. 
Okay, exclusively for writing this post, I’ve tried my best to imagine this situation ‘what should I do if I only had 2 days 1 night in Korea?’
 

If I only had 2 days 1 night in Korea (if this was my 1st visit to Korea), I would spend it in Seoul and my 2D1N itinerary in Seoul would be like this: 

Monday, February 1, 2016

Spring, Summer, Autumn, Winter, Which one?!

Enaknya pilih yang mana ya?  

 
Spring Seoul April 2015 (Yeouido Cherry Blossoms Tunnel) - Summer Kyoto July 2015 (Sento Imperial Palace Garden) - Autumn Seoul 2015 (Deoksugung) - Winter Seoul 2013 (Nami Island)

Tidak ada jawaban yang benar untuk pertanyaan di atas karena setiap orang punya preferensi yang berbeda-beda. Ada banyak perbedaan yang dapat kita jumpai dari keempat musim tersebut, mulai dari temperatur, curah hujan, pemandangan, pakaian sampai pada makanan. Perbedaan yang paling kelihatan adalah temperatur. Nah, dari temperatur ini saja - sebut saja panas dan dingin - pendapat setiap orang sudah beda. Buat saya suhu ruangan 18 derajat celcius itu sejuk dan segar - bukan dingin. Tapi bagi sebagian besar orang temperatur segitu udah dingin banget. Contoh lain lagi, kalau saya berada di luar ruangan saat suhu daratan 27 derajat saja, saya akan mandi keringat, tapi banyak orang di luar sana yang bahkan sampai 35 derajat gak keringatan sama sekali. Jadi, dingin dan panas itu relatif banget ya, tergantung diri kita masing-masing karena daya tahan setiap orang terhadap suhu dingin ataupun panas itu berbeda-beda.

Tuesday, January 26, 2016

Solo trip to Universal Studio Japan ?! Yes, you can do it!

Bulan Agustus 2015 kemarin, untuk pertama kalinya saya menginjakan kaki ke negeri sakura (cek itinerari selengkapnya disini) dan untuk pertama kalinya juga saya bermain di theme park sendirian. Siapa bilang kalau ke theme park sendirian bakal cepat bosan dan terkesan aneh. Dari pengalaman saya kemarin, gak tuh. Mau tau kenapa?


Keuntungan

Benefit utama bagi yang ke theme park sendirian adalah kita bisa memanfaatkan opsi single rider di beberapa wahana favorit. Single rider disini maksudnya adalah jalur antrian khusus yang diberikan untuk peserta yang hanya bawa diri gak bawa teman, ya contohnya kayak saya yang solo trip ke USJ. Opsi single rider ini dibuat untuk menggenapi jumlah rider dari tiap wahana. Misalnya untuk roller coaster yang 1 kereta isinya 3 orang dan di antrian regular ada pasangan yang siap menaiki kereta tersebut, nah daripada 1 slot kursi di keretanya   nganggur gak ada yang naikin, diambillah 1 orang dari single rider sebagai penggenap. Opsi single rider ini biasanya ada di wahana favorit yang selalu ramai peminat, dan biasanya antrian khusus single rider dibuka kalau jumlah pengantri di jalur regular sangat banyak. Dari segi waktu, opsi ini sangat membantu. Dari pengalaman saya kalau regular rider perlu 120 min untuk mencapai ujung antrian, single rider hanya perlu 30 min bahkan bisa kurang.
Opsi single rider ini bisa digunakan oleh siapapun yang bersedia menaiki wahana sendirian atau tidak barengan dengan teman-temannya.
Benefit lainnya adalah saat mau lunch atau dinner di dalam theme park gampang cari kursi kosong, karena hanya perlu 1 kursi. Selain itu, mudah untuk memutuskan mau naik wahana apa dulu, karena cuma sendirian, gak perlu diskusi dulu.

Sunday, December 27, 2015

3 hari berburu Cherry Blossoms di Seoul - Spring 2015 trip




Dengan bermodalkan 'nekad' akhirnya tgl 30 jan kemarin saya membeli tiket SQ SUB-ICN-SUB (transit di Singapore),  setelah beberapa kali gagal, disebabkan oleh promo tiket yang mengharuskan penerbangan minimal 2 orang. Karena harus 2 orang, saya susah payah mencari teman dan ujung-ujungnya tidak membuahkan hasil. Beruntung di akhir Januari ada promo SQ dengan harga yang cukup menarik (SGD 600) dan tidak ada syarat minimal terbang 2 orang.

Perjalanan ke Korea kali ini berbekal budget cukup ketat, 400rb won termasuk biaya hostel 3 malam, admission fee, akomodasi, shopping, transportasi dan meal. Selain berbudget ketat, perjalanan ini juga merupakan perjalanan solo pertama saya ke Korea dan perjalanan dengan transit terlama yang pernah saya alami. Total waktu transit saya diperjalanan ini adalah 18 jam, beruntung transitnya di Changi Airport - Singapore. Gak kebayang kalau transitnya di bandara lain, pasti udah mati gaya transit selama itu. Detail cerita transit 18 jam saya di Changi dapat dibaca di sini.

Perjalanan saya ke Korea kali ini tujuan utamanya adalah untuk berburu Cherry Blossoms. Setelah susah payah melobi untuk cuti, akhirnya saya hanya berhasil mendapatkan cuti selama 5 hari, dan waktu total saya di Seoul hanya 3 hari karena 1 harinya untuk perjalanan. Berikut itinerary perjalanan saya:

5 April 2015 - 10 April 2015 SUB-SIN-ICN-SIN-SUB

Day 1: SUB-SIN transit selama 18 jam di Changi Airport.

Day 2 : 
- SIN-ICN  08.00 - tiba di Seoul jam 16.35. 
- Dongdaemun Design Plaza
- Lotte Mart Seoul Station

Saturday, December 26, 2015

15 + 15 FREE Things to do in Seoul (Part 2)

Hampir seluruh foto diambil dari website KTO www.visitkorea.or.kr kecuali untuk foto paling atas kanan (Jeonju Bus) diambil dari website http://shuttle.dongbotravel.com/en/index.php ; Foto paling bawah kiri (screenshot) diambil dari website www.visitseoul.net ; foto paling atas tengah dari website www.cgcm.co.kr; dan foto KBS adalah milik saya sendiri.

15 Free things to do in Seoul (My Bucket List)


Bagian kedua dari 15+15 hal gratis yang dapat dilakukan di Seoul ini terdiri dari 15 hal gratis yang ingin saya lakukan di Seoul. Berikut listnya (list dari pojok kiri atas gambar):


1. Seoul Museum of History.

Sesuai namanya, di museum ini kita akan disuguhkan dengan berbagai relic peninggalan jaman lampau, cerita tentang Seoul di jaman dulu sampai Seoul jaman modern. 
Terletak dekat dengan Gyeonghuigung. Kalau ke sini bisa digabungkan dengan kunjungan ke Gyeonghuigung. 
Detail tentang museum ini dan cara aksesnya dapat di akses di: