Friday, January 1, 2021

2020 - the year of 'BEYOND', colorful yet sorrowful

A cloudy year - 2020


 Yes, I call 2020 as the year of 'BEYOND'.

Sebuah tahun yang melampaui segala sesuatu yang pernah kita bayangkan.

Tahun dimana kita keep staying at home, working from home, trying to be alive, trying to find a job that took longer, trying to live healthier, trying to push ourselves to be creative in order to cope with the situation that all BEYOND our expectation. No one ever thought that 2020 was going to be like this. 

Friday, November 27, 2020

My Last Trip to Korea - before corona (Part 2)

Read the part 1 here

(English translation is available)

honorary reporters koreanet
Guess what made us so happy that day?! (Photo by: Park Jung-keun)

27 Nov 2019 -  Sesi interview BFIC & ACH, Haedong Yonggungsa, Busan Tower

Jadwal kami hari ini lagi dan lagi diawali dengan sesi wawancara eksklusif, kali ini dengan Sekretaris Jendral Busan Foundation for International Cooperation (BFIC) dan perwakilan ASEAN Culture House (ACH). BFIC ini adalah institusi yang fokus dalam diplomasi publik untuk Glocal branding, dengan salah satu kegiatannya adalah menyediakan pelayanan konseling untuk warga asing di Busan. Di BFIC ini mereka memiliki layanan konseling berbahasa Indonesia yang siap membantu WNI yang tinggal / kuliah /kerja di Busan. Sementara ACH sendiri merupakan sebuah tempat yang menaungi pertukaran budaya antara Korea dan negara-negara ASEAN. Di ACH, selain interview, kami juga diajak mengunjungi galeri dan museum ACH.


Our interview session with ACH's representative (Photo by: Park Jung-keun)


Our schedule today was an exclusive interview session with the secretary general of Busan Foundation for International Cooperation (BFIC) and the representative of ASEAN Culture House (ACH). BFIC is an institution that focus in public diplomacy for Glocal branding, and to make Busan as a global city where all citizens can live in harmony regardless their nationality. Among foreigners, this organization is well-known for their counselling service and support to expats, including Indonesians who live, work or study in Busan. While ACH is a place that play a major role to bridge the cultural exchange between Korea and ASEAN countries. In ACH, we not only came for an interview but also for visiting their museum.

Tuesday, November 24, 2020

My Last Trip to Korea - before corona (Part 1)


(English translation is available)

KOCIS invitation trip Honorary reporters Korea net 2019
The participants of the 2019 Invitational Program of Honorary Reporters for ASEAN-ROK Commemorative Summit - Busan , with KOCIS representative, the trip organizer, interpreters and Chaey (photo by: Park Jung-keun)


Setahun yang lalu, di penghujung November, saya berada di Busan, Korea Selatan untuk suatu trip yang diadakan oleh Korean Culture and Information Service (KOCIS). Trip ini adalah bagian dari program undangan jurnalis asing yang diadakan oleh KOCIS setiap tahunnya. Dalam trip ini, saya bersama dengan 6 orang honorary reporters (HR) undangan lainnya mendapatkan suatu kehormatan untuk meliput KTT ASEAN-ROK dan mengeksplor kota Busan selama 6 hari 5 malam.

*Buat yang belum tau, KOCIS ini adalah sebuah agensi afiliasi dari  Kementerian Budaya, Olahraga dan Pariwisata (MCST) Korea yang menaungi 32 Korean Cultural Centers di 27 negara dan Korea.net

 

One year ago, today, Nov 24, I was in Busan, South Korea for an invitation trip that held by Korean Culture and Information Services (KOCIS). Every year, KOCIS will invite influential journalists from major countries around the world to support their visit and coverage of, Korea. This time, six honorary reporters (HR) of Korea.net got the honor to be invited to join this program. I was one of the lucky HRs that got an opportunity to cover the ASEAN-ROK Commemorative Summit and explore Busan in 6D5N.

*In case you don't know, KOCIS is an affiliated agency of the Ministry of Culture, Sports and Tourism (MCST) of the Republic of Korea.


Wednesday, July 8, 2020

My List: Museum in Korea for Healing Trip




Museum in Korea
National Museum of Korea in Autumn 2019

Museum buat healing ? Gak salah nih?

Buat saya jawabannya adalah iya, karena dengan mengunjungi museum saya dapat menenangkan pikiran dan sekaligus belajar hal-hal baru. Buat saya suasana tenang dengan pencahayaan yang remang-remang di museum membuat badan dan pikiran berasa lebih relaks. Suasana yang ada ini biasanya membuat saya berasa seperti lagi di dunia lain ataupun berasa lagi 'time-travel' ke jaman tertentu. Karena alasan inilah saya selalu memasukkan museum sebagai salah satu tempat wajib dikunjungi di setiap itinerari perjalanan saya, termasuk untuk trip Korea saya.

Tuesday, June 30, 2020

1-day Gyeongju trip: Yes, You can do it!

(English translation is available in blue font)


Setelah sekian lama ada di bucket list, akhirnya bulan April tahun lalu saya menginjakan kaki juga ke kota Gyeongju sebagai bagian dari solo trip mengejar cherry blossom saya.

Kota Gyeongju ini terletak di Provinsi Gyeongsang Utara, Korea Selatan. Kota ini dulunya merupakan ibukota dari Kerajaan Silla. Karenanya di kota ini ditemukan banyak sekali peninggalan Kerajaan Silla yang membuatnya sering disebut sebagai 'museum tanpa dinding'. Karena saking banyak peninggalan-peninggalan sejarah berharga di kota ini, kawasan sejarah kota ini sendiri terdaftar sebagai situs UNESCO World Heritage bersama dengan dua situs lainnya: Kuil Bulguksa dan gua Seokguram.

Dari segi lokasi sendiri, kota ini sebenarnya lebih dekat dengan Busan – dapat ditempuh dengan mobil dari Busan -/+ 1 jam. Cara termudah dan tercepat untuk menuju Gyeongju dari Seoul adalah dengan KTX (kereta cepatnya Korea Selatan) – hanya sekitar 2 jam. Saya sendiri kemarin menuju ke kota dari Busan dengan KTX karena saya membeli KR Pass (tiket terusan kereta di Korea – selengkapnya dapat di baca di website resmi Korail)

In April 2019, I finally fulfilled my long time bucket list to visit Gyeongju city – this trip was part of my 2019 cherry blossoms hunting solo trip. I went here by KTX from Busan. The most efficient way (in term of budget and time) to reach this city from Seoul is by KTX – around 2 hours.