Saturday, December 17, 2016

Terminal 3 (almost) ultimate SHIA

Ini adalah lanjutan dari tulisan saya tentang terminal 3 bulan September kemarin. Klo kemarin saya menyangsikan kalah terminal ini benar-benar ultimate , kali ini bisa dikatakan dia hampir menunjukkan ‘ultimate-nya’.


Apa saja hal beda yang saya temui di sini pada bulan Desember ini?


Public terminal – keberangkatan:

1. Tempat makannya sudah cukup banyak – saat ini sudah ada Burger King, Bakmi GM,Hokben, krispy kreme, coldstone, starbucks, re-juve, Roti O, Marugame udon.

2. Tempat charging yang sudah ada di beberapa spot – walau modelnya masih sama seperti di terminal 2 – gak bisa charging sambil duduk manis kayak di Changi.

3. Mesin online check in yang sudah dapat dioperasikan.


4. Ada self service baggage drop – kemarin sih lagi tidak dapat digunakan – ini semacam yang ada di Incheon airport.

5. Hanya ada 2 toilet dengan jumlah bilik kurang dari 10, alhasil selalu saja ada antrian di toilet.

6. AC tidak berasa – padahal waktu September kemarin lumayan dingin. Dengan suhu udara Jakarta yang cukup panas – AC tetap diperlukan di airport.

Passenger terminal – Keberangkatan:

1. Sudah cukup banyak store yang buka – semacam batik Keris, Tumi, Watch Zone, toko buku (lupa namanya). Yang kurang adalah tempat makan yang ‘normal’.

2. Permasalahan AC juga berlanjut di sini.

3. Jumlah kursi cukup banyak dan sangat nyaman karena mayoritas berupa sofa dan ada kursi santai yang menghadap ke runway pesawat.

4. Kalo di luar toiletnya terbatas, di sini jumlah toilet cukup banyak.

5. Free wifi tidak lagi sekencang waktu awal-awal kemarin. Sekarang dibatasi 15menit dan kecepatannya cukup ‘galau’.

Secara keseluruhan, terminal ini dapat dikatakan sudah cukup berbenah dan sudah mendekati ‘ultimate’. Tinggal menunggu penerbangan internasional dipindah ke sana jadinya kita gak perlu susah-susah pindah terminal lagi. Semoga cepat terealisasi dan semakin baik kualitas dan fasilitasnya.

No comments:

Post a Comment