Thursday, June 14, 2012

Harry Potter: The Exhibition - Welcome to the Potter's World

Welcome..welcome... welcome to Hogwarts... 


Seorang perempuan berpakaian seragam Hogwarts menyapa semua pengunjung yang hadir malam itu dengan aksen British yang kental... Ia memegang 'Sorting Hat' dan sebelahnya terdapat kursi kosong dimana beberapa orang pengunjung dipersilakan untuk mencoba keberuntungannya dari 'Sorting Hat'. 





Sebagai pengunjung yang datang jauh-jauh dari Indonesia, saya cukup terkesima melihat Harry Potter: The Exhibition ini, sangat tidak disangka kalau exhibition yang notabene hanya merupakan pameran artefak-artefak yang digunakan dalam film ini dikemas begitu menarik. Walau pengunjung hanya diajak berinteraksi pada rute awal saja, menurut saya ini sudah merupakan konsep pameran yang istimewa. Tidak rugi rasanya saya mengeluarkan kocek sebesar SGD 24 (dengan kurs 1 SGD = IDR 7475, nilainya menjadi IDR 179.400) untuk memasuki pameran ini dalam waktu hanya 1 jam.


Pameran Harry Potter: The Exhibition ini akan berlangsung dalam waktu yang cukup lama di Art Science Museum, Marina Bay Sands, Singapore, yaitu dari tanggal 2 Juni - 30 September 2012. Harga tiket masuknya untuk paket standar non-Singaporean adalah SGD 24 untuk slot waktu 1 jam, jadi untuk masuk ke dalam pameran harus benar-benar mengikuti jam yang ada di tiket, seperti halnya kita nonton film di bioskop. Saya sendiri merasa sangat beruntung karena tanggal liburan saya di Singapore jatuhnya bertepatan dengan awal dari pameran ini, wkwkkw bisa jadi saya adalah yang pertama mengunjungi pameran ini diantara teman-teman saya yang penggemar Harry Potter. Karena takut kehabisan tiket (yang kenyataannya memang tiket yang dijual di venue sangat terbatas dan antriannya mengular dengan rapi  *khas antrian di Singapore*, saat saya keluar dari pameran, tiket untuk hari itu sudah sold out semuanya) saya memilih untuk booking online via website resmi Art Science Museum yang bekerja sama dengan Sistic https://entertainment.marinabaysands.com/EventSynopsis.aspx?ID=4344 . Harga tiket yang ditawarkan bermacam-macam tergantung dari paket yang diinginkan, yang paling standar adalah yang saya beli senilai SGD 21 + SGD 3 sebagai booking fee. Yang dibutuhkan untuk pembelian online ini adalah kartu kredit, dan nantinya pada saat penukaran tiket kartu kredit ini juga harus ditunjukan beserta ID card berfoto. 

Thursday, May 31, 2012

What a perfect day !!! Thanks for it...


Terima kasih Tuhan karena sudah memberikan saya kehidupan sampai pada usia ini... Terima kasih juga Tuhan karena Engkau telah membimbing dan menyertai saya selama ini...
Terima kasih untuk kedua orang tua saya yang telah membesarkan saya sampai pada usia ini...
Terima kasih untuk teman-teman yang telah menemani perjalanan hidup saya sampai saat ini.. dan terima kasih buat rekan sekerja saya telah memberikan kado ultah sesungguhnya, tidak seperti yang akan saya tulis di bawah ini..^^ thank you all...you're the best...




Sebenarnya tulisan ini tidak ada hubungannya dengan topik blog ini, but because I want to keep this story forever, I choose to post it here....



Ulang tahun kali ini bisa dikatakan sangat berkesan bagi saya, karena ada kejadian yang tak terlupakan. Begini ceritanya: Pagi - pagi hari sekali, seperti biasa saya bangun pada jam bangun rutin saya, dan biasanya saya pasti akan memulai hari dengan aktivitas pertama di kamar mandi. Nah di hari ini, sesuatu yang tak disangka terjadi, semua keran air di kamar mandi tidak ada yang mengucurkan air, usut punya usut ternyata tandon kos-an kosong melompong. Spontan shock dong saya, sudah waktu makin lama makin mendekati jam masuk kantor, alhasil saya mandi dengan menggunakan air minum yang memang disediakan oleh kos (bukannya saya keterlaluan, tapi pada kenyataannya, air minum kos itu memang dari air ledeng *hasil timbunan tandon* yang disuling dengan water purifier - jadi saya tidak begitu merasa bersalah, mengingat air PAM di Sby memang tidak layak minum, walau sudah di suling sekalipun). Dalam perjalanan ke kantor saya mengirim sms ke pemilik kos-an dan saya diminta untuk menghubungi penjaga kos *saya rasa ini bukan jawaban bijak bagi seorang pemilik kos, bukannya mau mengkritik, tapi seharusnya dia sebagai pemilik yang berkewajiban menindaklanjuti hal ini, bukan minta saya untuk melaporkan hari ini ke penjaga kos yang saya rasa seharusnya saat itu sudah mengetahui hal ini*. Harapan saya dengan mengirim sms ini adalah sepulang saya dari kantor air sudah mengalir dengan lancar seperti biasa.Tapi siapa sangka yang terjadi malah sebaliknya, sepulang saya dari kantor, air tetap tidak mengalir, dan kali ini saya coba sms kembali sang pemilik, lagi-lagi dan lagi dia bilang ini perkara pompa air masuk angin * baru pernah dengar ada case seperti ini fiuh...*jadi saya diminta memaklumi, dan hebatnya dia tetap tidak menuliskan sepatah kata maaf pun, jadi seakan-akan seperti ini adalah hal yang lumrah terjadi di sini. Hasil survey saya bisa dikatakan kalau memang yang komplain ke beliau hanya saya seorang, karena sepertinya penghuni lain yang notabene adalah mahasiswa salah satu universitas swasta beragama terkemuka di Sby, tidak ada yang mengajukan komplain. Menurut info yang saya dapat, anak-anak itu sudah membeli galon AMDK sebagai air mandi mereka (omg..cannot believe it..), yang ujung-ujungnya saya mau tidak mau harus meniru cara ini karena sudah tidak bisa menggunakan air minum yang ada mengingat stoknya juga sudah kosong melompong. Jadi deh hari ini untuk pertama kalinya saya mandi dengan air super sehat yang biasanya untuk minum..ckckkck... 



Chat saya via sms dengan pemilik kos belum berakhir sampai disitu karena saya sendiri tidak mau menerima begitu saja kondisi seperti itu mengingat harga kos yang cukup tinggi, belum lagi dengan denda yang diterapkan setiap keterlambatan pembayaran kos sejumlah IDR 50000/hari (sudah mengalahkan denda kartu kredit nih). Saya minta kebijakan pemilik kos, karena seharusnya ada kompensasi untuk kejadian ini, dan saya sebutkan kalau dalam sejarah saya ngekos (hampir 10 tahun di berbagai kos-kos an belum pernah ada kejadian seperti ini, air tidak mengalir karena tandon kosong bukan karena PAM sedang memberlakukan giliran air padam). Namun siapa sangka sang pemilik malah menuliskan sederetan sms yang isinya kalau ini adalah kejadian diluar keinginan mereka, dan katanya dia sudah sering memberi toleransi kepada penghuni kos lain yang mungkin belum sempat saya rasakan (dia memberi contoh kalau dia sudah menganggap anak kos ini sebagai anak sendiri, memperlakukan mereka seperti itu, salah satunya dengan memperlakukan anak kos *fyi, ini kos putri daerah kampus* yang pulang dalam keadaan mabuk dengan membelikan anak itu degan ijo biar cepat sadar. Spontan saja membaca ini saya jadi takjub, terus terang baru kali ini lho saya ketemu anak kos putri yang pulang dalam keadaan mabuk dan pemilik kosnya malah memberikan perhatian bukannya menegur dan meminta anak itu pindah kos. Saya sungguh tidak menyangka kalau ada penghuni kos yang seperti itu dan tidak mendapat ganjaran. Luar biasa menurut saya...sepengetahuan saya kos-kos an daerah kampus itu yang utama adalah image-nya, jadi kalau ada hal begini pasti langsung ditindak keras yaitu anak itu diminta pindah kos. Tapi siapa sangka malah dibela dengan dalih semua orang pernah salah dan berhak diberikan kesempatan kedua.. Amazing...still cannot believe it..?! Begini rupanya definisi toleransi disini...(besok cek KBBI ahh..apa sebenarnya arti toleransi...)
Air pun akhirnya menyala setelah jam 10an lebih tapi dengan kondisi yang cukup memprihatinkan seperti ini:
aarggh..beneran bikin stress ngeliatnya, semua kran air kudu dinyalain 15min sampai jernih baru layak pakai..itupun masih belum benar-benar bersih...









Wednesday, May 16, 2012

Package from Korea ?!

Pulang - pulang dari kantor, ditahan ama satpam depan kos begini katanya:
"Mbak, ada paket dari Korea."
"Hah?! ada lagi Pak ? yang benar .. dari Korea Pak? gak salah ditujukan ke saya."
"Iya benar Mbak, baca aja itu ditujukan ke Mbak.."



Paket yg katanya dari Korea
 Korea Travel Guide book yang saya dapat dari KTO Jakarta.
Sumpeh kali ini saya kaget sekali tiba-tiba ada paket kiriman dari Korea. Sempat tidak percaya karena si Bapak bulan lalu juga bilang gitu pas saya dapat kiriman buku travel guide Korea dari KTO Jakarta. 
Setelah mengecek sendiri packing slip di paket seukuran kotak setrika, akhirnya saya yakin kalau itu memang paket buat saya.

Alhasil saya bawa ke kamar juga itu paket, dan setelah dibuka baru deh saya ngeh..ternyata ini hadiah dari VisitSeoul.net, saya menang lucky draw event bulanan Seoul Sweepstakes, pertama kali ikut dan gak nyangka langsung dapat. Walau bukan hadiah utama, lebih tepatnya hadiah paling biasa wkwkkw..tapi tetap saja ini sesuatu banget. Seumur-umur belum pernah dapat hadiah undian, boro-boro yang lucky draw, yang model  doorprize jalan sehat se RT saja saya belum pernah dapat. (makanya harap dimaklumi begitu dapat, langsung nulis di blog..masuk kategori Yes, I can do it nih,,,...*postingan ternorak yang pernah ditulis*)

Seneng banget pas liat hadiahnya berupa tumbler, yang setelah saya cek lagi ke websitenya hadiah cuma diberikan untuk 51 orang pemenang dari sekian banyak pengunjung website, yang bisa dibilang dari segala penjuru dunia, masing-masing 30 pemenang keempat dapat tumbler seperti yang saya dapat, 15 pemenang ketiga dapat bantal travel + eyemask, 5 pemenang kedua dapat tiket pertunjukan, 1 pemenang utama dapat tiket pesawat ke Seoul pp (ini inceran utama saya... semoga lain kali dapat ini..amien).

Walau pada dasarnya saya tidak suka warna pink, karena berhubung tumbler pink ini hadiah dari negeri seberang..wkwkkw..jauh dari Korea..saya jadi suka pink :D. Yang bikin saya salut disini adalah ternyata lucky draw itu benar adanya, bukan akal-akalan promosi belaka dan mereka belain mengirimkan hadiah kemanapun. Padahal kalau saya cek di slip ongkos kirimnya lumayan mahal lho, KRW 16500 atau kira-kira sekitar Rp 165000 (kalau kursnya 1 KRW = IDR 10). Benar - benar salut dan bikin saya makin cinta sama negara yang satu ini terutama Seoul.

Hehehee...gak nyangka kalau my 1st prize comes from Seoul. I love Seoul very much...! Seoul, city of hope, dream and happiness... Thank you very much KTO for the travel guide book, Thank you very much www.visitseoul.net for the cute tumbler. I am going to go to Seoul soon...




Wednesday, March 21, 2012

Korea - To do list- My dreams

Selama beberapa bulan ini, saya benar-benar terserang suatu demam yang masa inkubasinya sangat cepat *kalau bicara stadium, dalam beberapa hari bisa bergerak dari stadium 1 langsung loncat ke 4* . 
Stadium 1: 
Penderita mulai menunjukkan tanda-tanda demam (baca: pakai wallpaper yang berbau Korea di laptop pribadi, pc kantor, profile picture di social media dan mobile phone atau pasang foto narsis waktu liburan di Korea).
Stadium 2: 
Pada tahap ini biasanya penderita berusaha mengobati demamnya dengan vaksinasi tapi hasilnya malah demamnya tambah parah (baca: niatnya mengobati demam Korea dengan menonton Kdrama/mendengarkan lagu-lagu KPop, ujung-ujungnya malah semakin menjadi-jadi demamnya, ketika 1 serial habis ditonton, mulai hunting serial lainnya).
Stadium 3: 
Selalu memulai hari dengan membicarakan atau mengeluhkan demamnya (baca: mendengarkan Kpop / OST Korean Drama atau membaca info terbaru tentang hallyu di twitter sebelum berangkat ke kantor, bermain dengan aplikasi interactive di touch Korea, walau sudah pernah tetap di ulang *walau jaringan internet lagi lelet sekalipun, tetap lanjut* ). 
Stadium 4: 
Nah ini tahap paling akhir, biasanya demam ini mulai menyebabkan penderita mulai suka mengkhayal atau bahkan bermimpi dan melakukan segala cara agar mimpinya dapat tercapai (baca: Mulai bermimpi tinggal di Korea, kerja / studi di Korea, atau punya pacar cowok Korea ^o^) dan penderita akan mulai menunjukkan gejala-gejala kecanduan (baca: kalau sehari belum membahas atau menyinggung atau melihat tentang Korea *ibarat makan soto ayam gak pake ayam* ).

Nah, kalau ada yang mengalami salah satu dari gejala di atas atau bahkan sudah mengalami keseluruhannya, itu tandanya anda benar-benar positif terserang 'Korean Madness' just like me..wkwkwk... welcome to the club ! (saya menyebut ciri-ciri di atas sebagai 'Korean Madness Syndrome')



Korean Madness atau Gila Korea atau demam Korea belakangan ini mulai merebak di Indonesia. Hampir di setiap kota di Indonesia saya menemukan penggemar Hallyu atau Korean wave. Lagu-lagu Korea tidak kalah bersaing dengan lagu barat, sering kali disetel di tempat-tempat umum, bahkan di Bali, yang notabene dipenuhi turis mancanegara, hampir di setiap toko-toko, pusat perbelanjaan dan radionya bolak balik memutar Kpop. Stasiun TV juga berlomba-lomba menayangkan Kdrama yang lagi in di negara asalnya.

Saya sendiri mulai merasakan gejala-gejala Korean Madness sejak persiapan liburan ke Korea Selatan, tahun 2011 yang lalu, gejala ini memuncak atau bahasa kedokterannya dinyatakan positif  setelah saya pulang dari negeri ginseng itu. Liburan saya ke Korea selama 5 hari 5 malam membuat saya semakin cinta dengan Korea, membuat saya semakin mengenal Korea, baik itu budayanya, sejarahnya, selebnya, maupun drama dan lagu-lagunya. Sebelumnya saya hanya mengenal Korea lewat drama-drama terkenal seperti Winter Sonata, Endless Love, All About Eve, All In, Princess Hours, Boys Before Flowers, Secret Garden, IRIS dan masih banyak lagi. Dari menonton drama-drama inilah saya mengetahui beberapa hal mengenai Korea, sebut saja makanan seperti Kimchi, Bibimbap, Jajangmyun, kata sapaan 'Anyeonghaseo', berbagai tempat wisata menarik di Korea Selatan yang dijadikan tempat syuting drama seperti pulau Nami (Winter Sonata), pulau Jeju (All In), Gwanghwamun Square (IRIS), dll. Bahkan nama bandar udara Incheon saja, saya taunya dari Kdrama, hihii... 

Dengan ini saya nyatakan kalau saya memang sudah mencapai stadium 4 'Demam Korea'. I love Korea, I love Seoul, I love Kpop, kalimat-kalimat ini sering banget menjadi status saya di messenger ataupun social media. Sejujurnya, saya ingin sekali kembali mengunjungi Seoul, mengingat liburan saya tahun lalu di sana tergolong cukup pendek. Lima hari tidaklah cukup untuk menjelajahi Korea Selatan secara keseluruhan. Setiap kali melihat postingan di Facebook atau twitter Korea Tourism Organization (KTO) pasti ada saja tempat yang belum saya kunjungi, makanan yang belum sempat saya coba, permainan/atraksi yang belum sempat saya lihat selama perjalanan saya tahun lalu (saking demennya dengan yang berbau Korea, saya sampai like dan follow beberapa account FB, twitter sekaligus yang berkaitan dengan Korea, diantaranya: Korea Tourism Organization (KTO), Korea Tourism Organization (KTO) Indonesia, Visit Seoul, Visit Korea year official fanpage ^o^). Kalau penasaran dengan liburan saya ke Korea tahun 2011 kemarin bisa di baca di blog ini juga ya yang labelnya My journey - Seoul. 

Seperti yang sudah saya sebutkan di atas, banyak hal yang belum saya coba di Korea, banyak tempat wisata yang belum saya kunjungi di sana dan banyak pula makanan khas yang belum sempat saya coba di sana. Jangankan yang ada di posting-an KTO, yang ada di buku mbak Claudia Kaunang saja belum semuanya berhasil saya coba (Liburan saya ke Korea tahun 2011 bisa terlaksana berkat buku mbak Claudia Kaunang dan trip bersama yang diadakan oleh beliau, thanks a lot Mbak CK and of course KTO for providing me many information about Korea). Kalau boleh memilih mimpi yang akan saya impikan nanti malam, saya lebih memilih untuk bermimpi tentang Korea. Saya mau bermimpi sedang mengunjungi dan melakukan hal-hal berikut ini:



Wahhh pengen banget coba main ski... (taken from: Korea Tourism Organization (KTO) Indonesia facebook - profile pictures)

Thursday, February 16, 2012

Merlion...where R u ?!

 This is the story about my second trip to Singapore... 
*Si Merlion tetap ngumpet, gak mau saya foto..hikss...*


Tuh lihat Merlionnya masih ngumpet... ;(
 

Trip saya di Singapore kali ini bisa dikatakan adalah trip aji mumpung, karena awalnya tujuan saya adalah ke Kuala Lumpur. Keputusan untuk menyempatkan waktu untuk mengunjungi Singapore adalah karena setelah dipikir-pikir waktu 4D3N di Kuala Lumpur adalah terlalu banyak..akhirnya jadi deh saya dan rekan seperjalanan saya beli tiket tambahan untuk 1 day trip KL-Singapore-KL dengan naik penerbangan pertama dari KL dan kembali ke KL dengan penerbangan terakhir.

Tujuan utama saya ke Singapore waktu itu tak lain tak bukan untuk menyelesaikan suatu urusan yang tertunda..hihii...benernya ada 2 urusan yang tertunda (1) buang sial - keapesan saya pada keberangkatan pertama saya di Singapore amat perlu untuk dibuang (niatnya mau niru film When In Rome, yang kudu balik ke Roma untuk mengembalikan segala sesuatunya) - caranya dengan lempar koin 3 negara, Indonesian Rupiah, Malaysian Ringgit, Singapore Dollar ke Fountain of Wealth-nya Suntec City mall dan sentuh air keberuntungannya. (2) Pengen ketemu sama si Merlion yang di depan Fullerton Hotel - pengen foto dengan gaya minum dari muntahan Merlion. (3) cari Crocs FO di Changi Airport - hasil baca bukunya mbak CK.
Apakah tujuan saya ini berhasil ?