Friday, August 14, 2015

Hello My blog...

Ya ampun, tidak terasa sudah lama sekali saya tidak update blog ini. Mohon dimaafkan ya, blogku tercinta (lebay.com) ^^.

Berhubung saat ini saya punya banyak waktu untuk menulis, saya akan berusaha untuk mencicil satu per satu postingan mengenai pengalaman hidup saya di sepanjang tahun 2015. Sampai dengan bulan Agustus 2015 ini sudah cukup banyak cerita yang bisa saya tuangkan dalam blog, mulai dari perjalanan yang saya lakukan dari Januari – Agustus 2015 sampai pada cerita mengenai terbebasnya saya dari belenggu yang selama ini mengekang saya.

Setengah tahun ini saya sudah berhasil memenuhi beberapa bucket list saya, diantaranya membawa mama jalan-jalan ke Singapura, merayakan imlek bersama orang tua saya dengan trip keluarga ke Bali, melihat langsung cherry blossoms di Korea dan sekaligus solo trip ke Korea, Solo trip ke Jepang dan mengunjungi Harry Potter's world di Universal Studio Japan, new place.

Cherry Blossom's trip Korea - April 2015

Saturday, May 16, 2015

18hrs layover??!! Siapa takut ...!

Banyak yang berkomentar saat mendengar saya membeli tiket dengan waktu transit 18 jam. Tapi saya berhasil membuktikan kalau transit selama itu tidak jadi masalah kalau kita berada do tempat yang tepat. Yup, tempat yang tepat. Transit 18 jam tidak menjadi masalah besar kalau transitnya di bandara Changi Singapura.

Saya setuju sekali dengan terpilihnya Changi Airport sebagai salah satu bandara untuk transit terbaik di dunia. Bagaimana tidak? Bandara ini menawarkan kenyamanan dan fasilitas yang luar biasa, dijamin gak akan mati gaya deh 18 jam disini, walau tidak keluar imigrasi sekalipun.

Saya sudah berkali-kali ke Singapura, tapi baru kali ini saya menjelajahi bandaranya. Kali ini perjalanan saya memang ingin mencoba travelling dengan budget terbatas, karenanya walau transit saya lewat hari (saya tiba di Changi jam 13.30 fan penerbangan saya ke ICN masih jam 8 pagi keesokan harinya)  saya memilih untuk tinggal di airport, tidak menginap di downtown Singapura.
kika: Movie theatre, free Singapore tour, CDV, kolam koi, tv area, snooze area & whole body massage chair, pc dengan internet akses, kursi pijat by OSIM, tempat duduk, powder room.

Apa saja yang membuat saya betah selama 18 jam di Changi Airport terminal 3?

Monday, June 23, 2014

Yeay... The Ho[s]tel 2 is coming to town !

Available Now !! Grab it soon !

Sampai hari ini saya masih tidak percaya kalau tulisan saya terpilih untuk diterbitkan dalam the Ho[s]tel 2. Awalnya naskah tersebut saya tulis untuk blog saya, tapi entah kenapa selalu saja ada halangan untuk posting naskah itu. Yang ujung-ujungnya naskah 'Ini Hostel atau Kos ?!' cuma ngendon di folder draft blog ini sampai berbulan-bulan. 
Sampai akhirnya saya membaca twit dari Mas Ariyanto soal lomba menulis The Ho[s]tel 2, kebetulan waktu itu saya juga baru selesai membaca The Ho[s]tel. Saya sendiri tidak langsung tergerak untuk ikutan saat melihat pengumuman lomba tersebut di twit pertama. Saya baru tertarik ketika pertengahan periode, dan itupun karena tiba-tiba saja saya teringat kalau saya punya pengalaman yang 'cukup ajaib' ketika menginap di hostel. Jadi deh, saya coba ubek-ubek blog ini, dan ternyata benar ada 1 tulisan yang belum di posting. Tulisan yang masih draft itulah yang kemudian saya 'copas' ke word dan saya tulis ulang sedikit agar sesuai untuk menjadi naskah buku bukan tulisan di blog. Saat itu saya cuma berpikir gak ada salahnya mencoba, kalau terpilih ya syukur kalau gak ya gak masalah, toh kalau gak terpilih tulisannya berarti tinggal saya posting aja di blog ^^ - nothing to loose lah. 

Wednesday, May 21, 2014

Ada apa di balik pintu ini ?!

2nd Teaser
Tidak ada yang tau apa yang ada dibalik pintu sebuah Ho[s]tel... Berbagai makhluk, situasi telah menunggu Anda. Penasaran ?! Nantikan informasi untuk tanggal launching-nya ^^

Pada bingung kenapa saya posting teaser dari The Ho[s]tel 2 ??  Saya kasih clue ya : alasan (1) banyak cerita dan informasi menarik di buku ini, alasan (2) yg pasti gak jauh-jauh dari pengarangnya Ariy, dkk... ^^v

Monday, May 19, 2014

Traveling, why ?!

“Wah, kaya banget ya kamu, bisa traveling melulu !”
“Kamu kebanyakan duit ya, sampai bingung mau diapain, jadinya setahun ke luar negeri beberapa kali !”
“Wah, enaknya jalan-jalan melulu, gajimu gede ya? Setahun bisa jalan-jalan berkali-kali.”
“Wah ngafe melulu (baca: tiap hari ngemol), hedon banget ya kamu. Kalau dirumah aja pasti gak betah ya ? bingung mau dikemanain tuh duit ?”

Seruan diatas seringkali saya dapatkan dari orang-orang yang mendengar atau mengetahui kalau saya mau, akan atau habis traveling. Gak cuma habis traveling, beberapa juga membuat komentar yang terakhir kalau dengar saya jalan-jalan ke mall. Jujur, setiap kali saya mendengar komentar-komentar tersebut kuping saya langsung panas, ingin rasanya menjawab komentar tersebut dengan sesuatu yang tidak kalah dahsyatnya hingga bisa membuat mereka terdiam seketika. Beberapa kali saya berhasil menahan diri untuk tidak sewot, biasanya saya cuma tersenyum. Tapi lama kelamaan, stok kesabaran saya habis juga. Beberapa waktu yang lalu, saya sempat menjawab komentar seperti itu dengan jawaban “Masih mahalan smartphone-mu kok ketimbang biaya saya ke LN, kalau gak percaya nih saya tunjukin hitung-hitungan pengeluaran saya untuk perjalanan saya kemarin” dengan nada yang tidak kalah judesnya dengan nada mereka waktu mereka komentar begitu. Hihiii.. hasilnya ? yang bersangkutan langsung diam, besok-besoknya saat saya jalan-jalan lagi dia tidak berkomentar apapun di depan saya. Di depan gak, tapi di belakang teteupppp >_<