Monday, December 5, 2011

Seoul - I am coming - Eps 2



s.e.o.u.l 함께 불러봐요 꿈이 이뤄질 아름다운 세상

s.e.o.u.l hamkke bulleobwayo kkumi irweojil aremdaun sesang

어디서나 즐거움이 넘치는 ~ 사랑해

eodiseona jelkeoumi neomchineun got~ saranghae

s.e.o.u.l 함께 외쳐봐요 어디서라도 웃을 있는

s.e.o.u.l hamkke weichyeobwayo eodiseorado usel su ittnen

행복 모두가 하나되는 세상 만들어요

haengbok moduga hanadweinen sesang mandereoyo 
 
 (english: S.E.O.U.L. Call it with me, the beautiful world that makes my dreams come true
The place where joy overflows wherever I go~ I love you~
S.E.O.U.L. Shout it with me, the happiness that can laugh
 Anywhere~~ We make a world where everything becomes one)
Day 1 - Seoul, the real city of dreams...
its culture, its beauty, and its technology


Setuju banget  sama lirik lagu Seoul Song (theme song visit Korea year yang dinyanyikan SNSD dan Super Junior), Seoul memang kota yang indah, kota di mana semua harapan dan impian menjadi kenyataan. Saya sendiri sampai terpukau-pukau melihatnya, serasa gak mau pulang kalau sudah disana... terlalu indah untuk dilupakan dan ditinggalkan.. Gak heran kalau banyak orang bermimpi ingin mengunjungi kota ini...

Jadwal perjalanan hari pertama saya adalah mengelilingi kota Seoul. Saya lengunjungi beberapa landmark terkenal dari kota ini. Perjalanan dimulai dari pukul 10 pagi (disana rata-rata pertokoan buka jam 10 pagi). Jam 10 pagi jalanan di Seoul sudah cukup ramai tapi tetap tertib. Oh ya, jalan raya di sini kebalikan dengan jalan raya di Indonesia, mungkin karena itu semua mobil di sini setirnya ada di sebelah kiri.
Hari pertama ini kami disuguhkan suhu yang cukup dingin di pagi hari, 8 derajat celcius. Menurut hasil pantauan saya dari situs prakiraan cuaca, hari itu akan cerah di pagi hari dan mendung di siang hari dengan kisaran suhu membentuk piramida, yaitu dingin di pagi hari, siang hari mulai naik dan turun lagi di malam hari. Suhu paling rendah adalah 7 derajat dan suhu paling tinggi adalah 14 derajat. Walau ada mataharinya, Seoul tetap terasa dingin lho..apalagi pada saat angin berhembus,brbrbrbrbrr dingiiin sekaliii.. (berhubung masih hari pertama jadi sedikit lebay, sok ikut-ikutan orang setempat pantau cuaca dan suhu sebelum keluar rumah, biar gak saltum..sayangnya ini cuma berlangsung di hari pertama saja..wkwkkwkw :P). 
Tapi prakiraan cuaca di sana memang akurat banget, kalau di perkirakan hujan ya beneran hujan, diperkirakan suhu berkisar 5 derajat ya beneran 5 derajat..gak kayak di tempat kita, terlalu banyak pawang hujan jadinya prakiraan cuaca jadi gak akurat.
Berikut ulasan mengenai tempat-tempat yang saya kunjungi pada hari pertama:

The Blue House (Cheong Wa Dae).
Sayang sekali The Blue House cuma bisa difoto dari jarak jauh seperti ini, kalau bisa masuk ke dalamnya pasti lebih menarik. Yang pake baju hitam di seberang jalan itu petugas keamanan yang jaga di setiap sudut kawasan The Blue House.

Letaknya tidak terlalu jauh dari backpacker Mr Sea, sepertinya hanya 20 menit perjalanan untuk sampai kesana. 
Phoenix Fountain
The Blue House atau bahasa Korea-nya Cheong Wa Dae adalah White House versi Korea, jadi ini adalah tempat tinggal resmi Presiden Korea. Disebut the Blue House karena atap bangunannya berwarna biru. Karena alasan keamanan, turis hanya diijinkan untuk melihat Blue House dari seberang jalan, tepatnya di depan pintu masuk Gyeongbok Palace (menurut saya sih ini pintu belakangnya Gyeongbok Palace, karena pintu depannya yang menghadap langsung ke Gwanghwamun Square). Seperti halnya tempat tinggal kepala negara pada umumnya, di setiap sudut jalan Blue House ini dijaga oleh petugas keamanan berpakaian jas hitam ala MIB atau tim IRIS di drama IRIS lengkap dengan headset ala intelnya.
sepanjang jalan menuju Blue House
Bahkan pos polantasnya saja beratap biru :D

Yang unik disini itu adalah ditengah-tengah jalan antara air mancur Phoenix di areal depan Blue House dengan jalan masuk ke Blue House ada pos polisi lalu lintas (saya lebih suka menyebutnya begitu, soalnya petugas yang didalamnya sibuk mengarahkan pentungan di jalannya seperti layaknya polantas..hehehe ;D) kecil di tengah jalan, yang saking kecilnya lebih mirip pos telepon umum tapi tanpa kaca yang hanya muat untuk satu orang. Sebenarnya pemandangan di kawasan Blue House ini sendiri sudah sangat indah, apalagi pas musim gugur begini, semua pohn daun-daunnya sudah menguning bahkan ada yang sudah berwarna merah. Tentu saja saya dan teman-teman tidak melewatkan kesempatan untuk berpose di bawah daun-daun maple yang berwarna kuning dan kemerahan ini.
 

Sunday, December 4, 2011

Seoul - I am coming... - Eps 1


Persiapan 6 bulan lamanya dan semua itu terbayarkan setelah melihat keindahan, kecanggihan, dan keunikan negara ini. Korea Selatan, negara yang selama ini cuma bisa saya lihat di televisi ketika menonton K-drama, sekarang saya bisa berjalan-jalan disana..serasa masuk menjadi salah satu karakter di k-drama...


Akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu tiba, tanggal 15 Nov 2011. Walau sempat sakit dua hari sebelumnya, saya tetap semangat, walau sebagai konsekuensinya saya harus bawa-bawa obat dokter kemanapun saya pergi selama disana, dan obatnya ini cukup merepotkan karena ada yang berupa sirup.
Tanggal 15 Nov 2011 pukul 3.30 pagi berbekal koper biru kesayangan saya yang saat itu isinya sudah penuh sebelum waktunya akibat baju tebal-tebal yang saya bawa, saya berangkat ke bandara internasional Juanda Surabaya. Sampai di sana, saya langsung masuk ke counter check in, dan melakukan self check in via kios check in Air Asia. Oh ya, saya ke Seoul dengan penerbang`n fly thru Air Asia via Kuala Lumpur. Ini adalah pertama kalinya saya naik AA dengan membawa bagasi. Sebelumnya selalu dengan paket hemat yang hanya dengan koper cabin. Karena itu, saya datang lebih awal, supaya tidak perlu antri pada saat drop off bagasi.

Seperti biasa Air Asia yang berangkat paling pagi memang selalu tepat waktu, jam 04.55 seluruh penumpang AA jurusan KL sudah diminta untuk boarding dan tepat jam 05.30 pesawat take off. Total waktu penerbangan SUB-KL-INCHEON adalah 8 jam. Tapi dengan selang waktu transit kurang lebih 2 jam selama di LCCT-KL. Keuntungan membeli tiket fly thru adalah kita tidak perlu melewati imigrasi, ambil bagasi dan check in ulang. Kita cukup masuk lapor ke petugas di terminal transit dan menunggu di terminal ini yang memang hanya diperuntukkan bagi penumpang Air Asia. Bagasi akan otomatis di pindahkan ke pesawat yang akan membawa kita ke rute akhir.

Penerbangan pertama ke KL ditempuh dalam waktu 2 jam dan saya sampai di KL jam 8.30 waktu KL. Fly thru ini ternyata ada tidak enaknya juga, karena harus menunggu di terminal transit LCCT yang pilihan tempat makannya benar-benar terbatas, beda dengan public area LCCT di terminal keberangkatan dan kedatangan. Pilihan makanan yang ada kebanyakan snack seperti kue-kue,dunkin donat, pastry, dan sejauh mata memandang hanya ada 1 tempat yang menjual makanan berat khas Malaysia. Untungnya harganya masih masuk akal dan terjangkau, tidak seperti di bandara di tempat kita.

Air Asia X yg mengantar saya ke Seoul
Penerbangan kedua yang akan mengantar saya dan teman-teman ke Incheon International Airport, Korea Selatan berangkat pada pukul 14.20 menggunakan Air Asia X. Penerbangan ini memakan waktu kurang lebih 6 jam , jadi kami akan tiba di Incheon pukul 21.45 (waktu Seoul - ada perbedaan waktu 2 jam dengan WIB, dan 1 jam dengan KL).

walau capek dan kedinginan tetap pose
Berhubung ini adalah pertama kalinya naik pesawat airbus yang berbadan besar (dengan 3 baris kursi dan 3 ruang kompartemen terpisah) jadi udiknya pada keluar, dan akhirnya foto-foto deh di pesawat..hehehe..
Dari naik pesawat, suasana Korea sudah terasa karena penumpang Air Asia X banyak orang Korea-nya, begitu juga pramugarinya. Lagu yang dipasang pada saat menunggu waktu take off juga lagu Korea, jadi semakin tidak sabar pengen liat Korea.

Enam jam perjalanan ini berlalu dengan lambat karena saya benar-benar kedinginan selama di pesawat ini padahal sudah memakai jaket tebal dan selimut. Entah karena terlalu excited, atau karena memang kedinginan saya tidak bisa tidur selama itu, dan bacaan yang saya bawa pun tidak selesai dibaca karena penumpang sebelah saya benar-benar mengganggu konsentrasi. Yang duduk di sebelah saya ini cewek Korea dengan pacarnya bule yang nonton dvd sepanjang perjalanan lewat laptopnya. Gimana mau konsentrasi baca, kalau yang disebelah ini sebentar-sebentar ketawa, padahal kalau saya intip yang ditonton itu film India..haisss..gak nyangka bule seleranya film india.,

Ya, 6 jam berlalu dan akhirnya saya dan teman-teman tiba di Incheon. Begitu keluar dari pesawat dan memasuki jembatan/ belalai penghubung ke terminal penumpang, suhu dingin sudah mulai terasa, padahal saya sudah pakai kostum versi lemper (4 lapis: kaos lengan pendek + kaos lengan panjang + Jaket tebal + overcoat + syal). Apa yang kami takutkan di pesawat memang terbukti, ternyata suhu di darat benar-benar sedingin yang diumumkan di pesawat yaitu 8 derajat celcius (suhu ac udah kalah ini). Memasuki area terminal suhu mulai normal bahkan bisa dibilang kami kepanasan, karena heater sudah terasa, memang dasar turis udik, gak pernah ngerasain dingin, giliran dingin aja teriak-teriak, giliran dikasih heater, eh teriak lagi... ;D Padahal salah sendiri datang pas musim gugur.. ya suhunya seputaran itu...

Incheon benar-benar luas, lebih luas dari Changi menurut saya (tapi belakangan, saya masih prefer changi karena petunjuk di Changi lebih ramah foreigner ketimbang di Incheon, saya dan teman-teman sempat bingung cari tempat makan waktu menunggu pesawat untuk kembali ke Indonesia). Untuk menuju ke imigrasi dari terminal penumpang tempat pesawat kami mendarat, kami harus menaiki train (sama dengan skytrain di changi).
Sambil menunggu train tetap harus eksis

Siap menghadapi dinginnya Seoul dengan kostum lemper :D

Sunday, August 28, 2011

Sayang untuk dilupakan...2009 - 2010

Seperti judul halaman ini, ada banyak hal yang terlalu sayang kalau dilupakan dari 5 perjalanan saya ke Bali dari tahun 2009 - 2010:

1. Tahun 2009 (4D3N), pertama kali saya ke Bali dan pertama kalinya saya solo travelling (walau cuma 2 hari sih...2 harinya lagi udah ditemanin teman yang asal Bali, thanks ya Dian atas bantuannya selama disana, thanks udah boleh nginap di rumahmu dan menyediakan waktu saat liburan untuk menemani saya jalan-jalan ...).

2. Pertama kalinya naik pesawat yang ada double seatnya, kagum bener dah sama airlines yang satu itu, padahal harganya mahal loh (pas lebaran soalnya)..untungnya saya tidak jadi korban double seat, walau stiker airport tax yang ada di boarding pass saya bukan atas nama saya ( di Juanda airport taxnya pake stiker print-print-an, biasanya mencantumkan nama lengkap penumpang).

3. Masih seputar pesawat, di bulan Agustus 2010, percaya atau tidak saya sampai ke Bali dengan menumpang pesawat dengan hanya membayar sebesar 70 ribu Rupiah :D inh adalah tiket termurah yang pernah saya dapatkan dalam sejarah saya naik pesawat. Sampai-sampai saya belain datang 2 ,5 jam sebelum keberangkatan karena takut seat saya terjual ataupun diminta tambahan biaya dengan berbagai alasan (dulu pernah dapat pengalaman begini soalnya). Tapi ternyata airlines yang satu ini memang yahud, sudah on time, dapat tempat duduk di depan, dan dapat free bagasi 20 kg pula. Thanks to Mandala Airlines for your amazing fare !!! (jangan-jangan gara-gara ini Mandala berhenti beroperasi sekarang...)

4. Masih soal pesawat lagi, kalau yang ini pengalaman buruk. Berawal dari pembelian tiket yang memang terlalu mepet dengan keberangkatan. Waktu itu karena rencana keberangkatan dadakan (H-2), akhirnya mau tidak mau saya membeli tiket Lion Air seharga 800ribu pp untuk rute SUB-DPS-SUB (dioperasikan oleh Wings Air). Pada waktu beli tiket sih, saya dan teman seperjalanan saya sama sekali tidak menyangka kalau Wings Air yang menerbangkan kami itu bukan pesawat pada umumnya. Kami sendiri shock waktu diantar oleh bus shuttle dari terminal keberangkatan Juanda ke hanggar pesawat yang letaknya jauh banget, ternyata oh ternyata, pantas saja parkirannya jauh, pesawatnya pesawat mini rupanya. Ya inilah untuk pertama kalinya saya naik pesawat baling-baling, dengan kapasitas sepertinya hanya 100 orang, pintu masuk pesawat cuma ada 1 dibagian belakang pesawat (teman saya punya pengalaman menarik disini, dia waktu itu request tempat duduk yang tidak disayap, tapi karena pesawatnya kecil, wkwkkw..view yang didapatkan teman saya memang bukan sayap pesawat tapi teman seperguruannya si baling-baling... :D (saya lebih senang menyebutnya baling-baling bambu)). Baling-baling bambu ini beneran berbeda dengan pesawat pada umumnya. Kalau normalnya perjalanan SUB_DPS hanya memakan waktu 35-40 menit, si baling-baling bambu ini bisa memakan waktu 45-50 menit bahkan di schedule penerbangan ditulis 60 menit..ckckck..  Karena saya pernah dapat tiket dengan harga 75ribu pp ke Bali dengan pesawat berukuran normal, terang saja saya benar-benar sebal dengan pesawat ini yang tiketnya seharga 800rb tapi fasilitasnya benar-benar tidak memuaskan. Sudah waktu naik bus shuttle serasa naik bus kota karena pintu slidingnya tidak bisa ditutup dan penumpangnya diisi sepenuh-penuhnya, begitu naik ke pesawat ternyata koper teman saya dinyatakan terlalu besar untuk kabin pesawat ini, padahal itu koper ukuran kabin lho, dan backpack trolley saya juga hampir saja tidak bisa dibawa ke cabin pada penerbangan DPS-SUB padahal waktu SUB-DPS cukup-cukup saja (akhirnya boleh juga setelah saya ngotot dengan pramugarinya yang sama sekali tidak menunjukkan keramahan, secara saya kan bawa backpack trolley yang jelas-jelas saya sudah tau ukurannya pasti cukup dengan cabin pesawat itu). Hal menyebalkan lainnya adalah pesawat ini punya pewangi ruangan yang luar biasa wangi dan tidak dijual dipasaran..wkwkwk..aroma ' Ikan Asin', saya sampai bingung ini pesawat apa pasar ikan ya, apa karena penerbangannya ke tempat yang banyak pantainya jadinya aroma di pesawatnya juga disesuaikan, ini saya alami waktu berangkat sama pulang, jadi kesimpulannya memang ada yang tidak beres dengan pesawat ini.

5.Water sport - tanjung Benoa dan Sea Walker - Sanur (ulasan lengkapnya baca di posting saya tentang must try and see in Bali), yang pasti menyenangkan dan bikin ketagihan...

6. Air soft gun di Singosari bersama rekan kerja di HMS Rungkut dan Berbek..menyenangkan sekali..sayang ada beberapa rekan yang tidak sportif sepanjang permainan..membuat permainan tidak berjalan fair.

7. Rafting bersama rekan kantor di Songa, Probolinggo. Ini adalah pengalaman rafting kedua saya. Sebelumnya saya sudah pernah rafting bersama teman-teman UKM Himpas jaman kuliah dulu.

First Time and Unforgettable, Amazing Race Singapore...







Sebuah perjalanan yang ditunggu-tunggu selama setahun akhirnya berhasil terlaksana..Yes, I can do it..I can go abroad..

Perjalanan saya untuk pertama kalinya menuju Singapore benar-benar menjadi perjalanan ke luar negeri pertama dan saya yakin tidak akan terlupakan seumur hidup saya. Bagaimana tidak, saya baru bisa menginjakan kaki di negara singa itu setelah 12 jam perjalanan lebih dan melewati 2 negara, ditambah dengan begadang semalaman.




Singapura adalah negara yang saya pilih sebagai negara pertama yang akan saya kunjungi selain Indonesia. Kenapa saya pilih Singapura? Alasan pertama karena saya dari kecil sering mendengar cerita tentang pengalaman teman-teman saya ketika mengunjungi negara ini, katanya Singapura itu bagus, bersih dan tertib. Dari situ saya jadi menetapkan kalau suatu hari nanti, saat saya sudah bisa cari duit sendiri , saya mau ke sana. Keinginan saya semakin menggebu-gebu ketika saya membaca buku ‘500 ribu keliling Singapura’-nya mbak Claudia Kaunang. Oleh karena itu, ketika paspor sudah ditangan, saya mulai gemar memantau promo tiket murah Jet star (karena ini satu-satunya budget airlines yang ada rute Surabaya-Singapore nya). Pada bulan Juni 2010 akhirnya penantian saya terjawab, Jet Star memberikan promo untuk periode terbang 2011, dengan harga SUB-SIN pp IDR 800.000 kalau dikurskan ke Rupiah. Langsung saja saya dengan 9 orang teman saya lainnya membeli tiket ini untuk keberangkatan Feb 2011 (1 minggu setelah imlek). Beruntung sebulan kemudian, ada promo accor hotels untuk hotel di Singapura dengan harga yang cukup murah, saya mendapatkan 3d2n di Ibis Bencoolen dengan total harga 1,2 juta untuk kamar double (kami sharing bertiga :D) . Tergolong murah untuk hotel sekelas Ibis dan ber lokasi strategis.

Setelah menunggu setengah tahun  lamanya, akhirnya saat yang dinantikan tiba, saya akan berangkat ke luar negeri untuk pertama kalinya. Koper dan perlengkapan lain sudah siap, tinggal berangkat ke bandara. Dalam perjalanan saya ke bandara, saya dapat sms dari Jet Star kalau penerbangan saya di cancel karena masalah teknis. Terang saja saya dan teman-teman jadi heboh, secara informasinya 2,5 jam dari jadwal keberangkatan. Untuk itu, kami memutuskan untuk tetap ke bandara mencari tau permasalahan yang sebenarnya, ternyata penerbangan saya di cancel karena saat itu gunung Bromo baru saja aktif dan mengeluarkan kepulan asap, dua maskapai lain Silk Air dan China Airlines juga batal terbang saat itu. Sempat kesel saya gara-gara masalah ini, karena sebenarnya kepulan asap Bromo itu seharusnya tidak mengganggu penerbangan kami, secara  arah ke Singapura seharusnya tidak melewati Bromo, entah kenapa Jet Star tetap batal terbang. Berhubung saya sudah booking hotel dimuka, tiket USS juga sudah ditangan, tidak mungkin saya membatalkan perjalanan ini.  

Akhirnya saya dan teman-teman memutuskan untuk berangkat ke Singapura hari itu juga via Kuala Lumpur dengan rute SUB-KUL berangkat jam 6 sore dengan AA dan berikutnya menyambung dengan kerete api ke Singapore jam 23.00. Kami terpaksa go show untuk tiket AA dan harganya memang cukup tinggi, tapi demi liburan yang sudah kami rencanakan lama, kami mau tidak mau harus mengambil langkah ini, karena pihak Jet Star sendiri tidak menjamin kalau penerbangan hari berikutnya tetap terbang atau tidak. Pembelian tiket AA go show ini ternyata cukup merepotkan ribet juga, karena counter AA di bandara Juanda hanya menerima cash, ya ampun saat itu mau tidak kami harus mengumpulkan uang cash kami dan hasilnya salah satu teman kami yang bertindak sebagai pemesan tiket sudah seperti kernet bus saja menghitung duit segepok, gimana tidak harga tiket  1jtan dan kami bersepuluh, dengan demikian duit yang dibawa sebanyak 10jtan tunai dan 10 buah paspor (kalau ini sudah seperti makelar TKI :D).

@ McD KLSentral - saksi bisu terdamparnya kami di KL
Tepat jam 6 sore, pesawat kami ke KL take off dan landing tepat waktu pada pukul  9 malam waktu KL. Menurut perhitungan kami, kalau kami bisa tiba di KL Sentral pada pukul 10, kami bisa mengejar train jam 11. Untuk itu sesampainya  kami di LCCT, kami langsung mengejar shuttle bus ke KL Sentral.  Beruntung saat itu ada bus yang akan segera berangkat ke KL Sentral dan kami pun segera membeli tiketnya dan langsung berangkat. Sesampainya kami di KL Sentral, kami langsung berlari ke bagian informasi untuk menanyakan  dimana loket untuk train ke Singapura, akan tetapi menurut petugas sepertinya kami tidak akan mendapatkan tiket kalau kami baru akan membeli saat ini dan benar saja setelah berlari – lari ke lantai 2 KL Sentral sambil menenteng koper yang untungnya hanya ukuran cabin, ternyata loket penjualan tiket untuk train memang sudah tutup padahal saat itu baru pukul 10.30 dan kami mendengar informasi kalau train tujuan Singapura akan berangkat pukul 23.30. Kami tidak menyerah sampai disitu. Kami pun kembali ke pusat informasi dan bertanya pada petugas, apakah ada cara lain yang tercepat dan paling mungkin untuk kami untuk menuju ke Singapura, katanya sepertinya sudah tidak memungkinkan kalau untuk malam itu, karena dengan bus saja kami tidak akan bisa mengejarnya, karena bus paling malam akan berangkat jam 12 dan jarak terminalnya cukup jauh dari KLSentral (pada saat itu terminal Puduraya sedang renovasi sehingga tidak ada terminal bus yang dekat dengan KLSentral). Terang saja kami semua jadi shock melihat keadaan ini. Dari 10 orang yang berangkat, 6 diantara kami ada first timer ke luar negeri, untuk itu kami benar-benar bingung apa yang harus dilakukan. Akhirnya kami memutuskan untuk mencari makan terlebih dahulu di McDonalds KLSentral, dan sambil makan kami berunding untuk menentukan cara lainnya. Setelah berunding lama, akhirnya 9 dari kami memutuskan untuk ke Singapura dengan pesawat paling pagi, yang saat itu yang paling memungkinkan untuk dibooking last minute adalah AA. Teman kami yang 1nya memilih berangkat dengan train, dengan alasan biaya tiket pesawat last minute pasti lebih mahal. Memang benar apa katanya, harganya cukup mahal, total harga pesawat go show kami kurang lebih 1,7 juta, dari yang semula hanya 800ribu PP dengan Jet Star, jadi melunjak menjadi 1,7 juta + 400ribu (pesawat pulang Jet Star, pesawat yang berangkat akan di refund penuh oleh pihak Jet Star). Tidak sampai disitu saja perjuangan kami, karena ada perjuangan berikutnya untuk membeli tiket AA yang saat itu semua counter di KLSentral sudah tutup, free desktop dengan coin juga tidak beroperasi. Untung saja beberapa dari kami memakai smartphone dan wifi di McD cukup lancar. Jadi kami pun saling memesankan tiket deng`n menggunakan AAmobile sambil berlomba dengan waktu, karena AA hanya bisa dipesan via mobile dan internet paling lambat 4 jam sebelum penerbangan dan saat itu sudah pukul 1 pagi dan penerbangan yang akan kami naiki adalah pukul 6.15. Karena jumlah orang yang cukup banyak akhirnya hanya beberapa dari kami yang berhasil di pesankan tiket via mobile dan sisanya tidak berhasil. Hal ini membuat kami semakin deg-degan. Dengan ini berarti kami punya PR berikutnya, kami harus berangkat ke LCCT dengan shuttle terpagi dengan harapan dapat membeli tiket AA di counter AA LCCT. Shuttle bus paling pagi adalah pukul 3 dan setelah menunggu 2 jam di McD, kami pun segera bergegas turun kembali ke terminal bawah LCCT untuk menaiki shuttle bus. 



akhirnya sampai juga..Changi Airport Singapore


Sesampainya kami di LCCT yang berarti sudah pukul 4, 2 jam sebelum keberangkat pesawat pertama AA, kami langsung menuju ke counter AA, dan sekali lagi kami dibuat shock kembali. Counter AA LCCT masih tutup dan setelah bertanya ke petugas AA di counter check in, kami mendapat info kalau counter baru dibuka pukul 5. Ya ampun, banyak sekali rintangan yang kami dapatkan untuk mencapai ke Singapura,  benar-benar petualangan yang tak terlupakan. Karena takut kehabisan tiket, kami pun menunggu tepat di depan counter dan begitu dibuka, saya langsung baris dibarisan depan, dan ternyata banyak sekali orang yang mau go show untuk tiket AA, yang akhirnya membuat saya berada di baris ke 3 dan setelah menunggu petugas menginput data kami satu per satu, tiket baru kami dapatkan pada pukul 5.30 yang berarti kami harus segera cek in karena check in akan di closed 45 menit sebelum keberangkatan. Setelah semua dari kami mendapatkan boarding pass kami dari kiosk check in AA, kami langsung berlari ke boarding gate, setelah sebelumnya harus melewati imigrasi, baggage screening, dll. Pokoknya kami semua selalu berlari dari satu tempat ke yang lainnya sampai akhirnya kami berhasil sampai di boarding gate dan langsung memasuki pesawat. 

Lega rasanya akhirnya kami bisa sampai di pesawat yang akan memberangkatkan kami ke Singapura setelah semua yang kami alami sejak kemarin. Di pesawat kami semua langsung tertidur pulas, karena semalam tidak ada yang bisa tidur karena bingung memikirkan cara untuk menuju Singapura. Satu jam kemudian kami pun sampai di Changi International Airport, Singapura. Thanks God, akhirnya saya bisa tiba di negara Singa ini. Betapa susahnya untuk mencapai negara ini, sampai harus melewati negara lain dan terdampar di KL Sentral. Benar-benar seperti Amazing Race pengalaman kami ini, bahkan kalau boleh diberi judul mungkin bisa menjari Tere’s and friends: go to the Singapore :D. 

Mango Sago - yummy
Sampai di Singapura, kami tidak membuang waktu, kami langsung check in di hotel, menitipkan bagasi dan langsung mengambil rute Orchard road.  Rencana awal kami di Singapura adalah selama 4D3N, tapi sekarang menjadi 3D2N. Saat ini paling enak wisata kuliner dan cuci mata di Orchard road. Kami sudah melewatkan banyak tempat yang menurut itinerary yang telah kami susun pada hari pertama, bahkan kami juga sudah melewatkan Chingay parade. Untuk itu hari ini akan kami pergunakan sebaik-baiknya. Hari ini rute kami adalah Orchard Road dan Anchor point. Di Orchards tak lupa kami mencoba mango Sago dan Baikut the  yang terkenal enak itu. Setelah puas berjalan-jalan di Orchard, kami menuju ke Ancor Point, untuk mengunjungi Charles n Keith FO (maklum brand ini salah satu brand favorit di Surabaya, jadi tidak akan kami lewatkan begitu saja FOnya.). Setelah dari sana kami langsung balik hotel untuk istirahat karena paginya kami akan ke USS.



Pose di depan bola dunia nya USS - benernya gak perlu beli tiket USS untuk foto disini, krn letaknya di luar gate USS
 
Rute saya di hari kedua adalah Universal Studio Singapore, untung saja saya tidak menempatkan USS di itinerary hari pertama, kalau tidak bisa gempor beneran saya setelah begadang semalaman dan paginya langsung bermain-main di USS seharian lamanya. Berhubung ini adalah pertama kalinya saya ke theme park sekelas USS, saya senang sekali dan tidak mau pulang. Saya mencoba semua permainan yang ada, foto-foto dengan character, dan di setiap sudut USS sampai tak terasa sudah pukul 6 sore. Benar-benar tak kenal lelah dan tidak ingat waktu kalau disana. Menurut saya tempat ini worth it dengan harga tiket yang kalau di rupiahkan sekitar 450ribuan. Malamnya saya menuju ke Marina Bay Barrage dan Marina bay sands Sky park. Panorama di Marina barrage ini memang keren banget persis seperti yang digambarkan mbak Claudia di bukunya. 
gk dpt Merlion fullerton, yg di RWS pun jadi :D
the year of rabbit 2011

slh satu to do list di USS: berfoto dengan karakter ;D

Fullerton Hotel dan Singapore river dari Marina bay sands skypark
Keesokan harinya, karena pesawat kami adalah pesawat siang, mau tidak mau kami harus bergegas check out dan saya masih menyempatkan diri ke Mustafa untuk belanja oleh-oleh, walau alokasi waktunya hanya 1 jam. Berat rasanya mengakhiri liburan saya di Singapura karena negara ini walau kecil tapi sangat luar biasa, luar biasa tertib, bersih, dan canggih. Saya kagum sekali dengan kedisplinan warganya yang berbuah pada kebersihan kota. Terutam MRTnya, bersih sekali, beberapa bulan kemudian saya mengunjungi KL kembali dan mendapatkan kalau LRT disana tidaklah sebersih di Singapura. Saya bertekad untuk mengunjungi Singapura lagi di lain waktu, dan kali ini saya harus foto di Merlion dan Esplanade. Pada keberangkatan saya kali ini, saya tidak ke Merlion karena katanya sedang di renovasi untuk pameran seni biennale kalau saya tidak salah ingat.  Yang sayangnya pada perjalanan kedua saya (bulan Mei 2011) tetap saja si Merlion tidak bisa saya foto karena pada saat itu sedang tahap pembongkaran festival Biennale.

Ya begitulah, cerita saya tentang pengalaman saya ‘ First time and unforgettable: Amazing race Singapore.’ Sampai sekarang kalau saya mengingat kejadian ini, saya pasti terbayang betapa nekadnya kami saat itu. Walau perjalanan saya ini akhirnya tidak lagi menjadi budget traveling seperti di buku Mbak CK karena tiket yang mahal, tetapi bagi saya ini tetap menjadi perjalanan yang tak terlupakan dan paling berkesan dalam hidup saya.



Sunday, June 26, 2011

Bali oh Bali...luv u forever ...

 
Pura Ulun Danu


Kalau udah bahas yang satu ini bakal gak ada habis-habisnya. Sejak pertama kali saya menginjakan kaki di Bali, sudah memutuskan akan kembali lagi ke pulau itu. Entah kenapa seakan-akan ada sesuatu yang menarik untuk selalu mengunjungi pulau itu setiap tahunnya..sepertinya kalau melewati setahun tanpa absen di pulau Bali, sepertinya ada yang kurang :D

Pertama ke Bali tahun 2008 (libur lebaran lebih tepatnya) dan tanpa disangka hanya berselang beberapa bulan saya kembali lagi ke sana, bahkan 3 kali dalam tahun yang sama. Dari perjalanan-perjalanan tersebut, banyak sekali pengalaman-pengalaman menarik yang saya dapatkan, dari pesawat yang 'double seat' sampe naik pesawat pp cuma bayar 70rb, ini mah ngalah-ngalahin ongkos taksi.