Wednesday, October 28, 2015

There can be miracles when you believe...

Lagu tema pagi hari ini adalah:

"Bangun tidur ku terus pegang hp, tidak lupa mengecek email..." dan OH MY GOD, horeeeeeeeeeeee !!! *teriakan tak tertahankan*

source: Facebook Korea Tourism Organization

Pagi hari ini saya melakukan ritual bangun pagi seperti biasa, yaitu matiin alarm hp, trus mulai check semua notifikasi di hp. Hari ini saya menerima 5 email yang ternyata salah satunya adalah dari english@knto.or.kr dengan subject: Winner notification for VisitKorea VIP Invitation Tour.
Spontan saja habis baca judul trus baca kalimat pertama langsung teriak sekencang-kencangnya plus muka super sumringah.
Saya menang! Aplikasi yang saya submit last minute terpilih dan saya akan ke Korea bulan Nov ini. Omg, Thank you God for giving me this gift. Akhirnya mimpi saya untuk kembali mudik ke kampung halaman tercinta menjadi kenyataan (baca: kampung halaman kedua = Korea).

Saturday, August 15, 2015

Solo trip ke Jepang? Siapa takut !!

Himeji Castle and Himeji city view

 

Sebuah kutipan dari drama 'The Producer' :

“seorang writer punya waktu ketika programnya dicancel penayangannya, ini waktu yang tepat untuk jalan-jalan. Tapi disatu sisi, ketika tidak ada program, gaji kami juga tidak dibayarkan. Jadi, ketika waktu ada, duit tidak ada; ketika duit ada, waktu yang tidak ada. “




Terinspirasi dari kalimat tersebut, saya yang saat ini punya waktu dan kebetulan lagi ada rejeki, seharusnya memanfaatkan waktu yang ada dengan baik untuk jalan-jalan. Nah, pertanyaan berikutnya, kemana ?

Awalnya, tentu saja yang terlintas di pikiran saya adalah ke Korea, mengambil Korean Language 3-weeks program di Kyunghee atau Yonsei university. Tapi di sisi lain, ada kondisi lain yang menyebabkan saya agak susah memperoleh visa dan ditambah lagi dengan MERS outbreak di Korea mulai Mei 2015 yang hingga akhir Juni belum juga mereda.



Keputusan akhirnya jatuh ke Jepang dengan tidak terduga dan terencana, setelah saya iseng mencoba query tiket GA SUB-CGK-HND-KIX-DPS-SUB yang ternyata harganya sangat menarik hati. Saat itu untuk total keseluruhan rute tersebut adalah 8 juta, cukup menggoda bukan ? Harga segitu untuk full board airlines, penerbangan non-stop dan bagasi 46 kg. Jadilah diawal Juli 2015 saya memutuskan untuk beli tiket itu untuk penerbangan tanggal 25 Juli 2015, dan kembali tanggal 5 Agustus 2015. Bagaimana dengan visa? Saya adalah pemegang e-passport jadi saya hanya perlu mendaftarkan paspor saya untuk visa waiver ke Konsulat Jepang. Kebetulan Kalimantan Timur berada di wilayah yuridiksi Konsulat Jepang di Surabaya, jadi tidak sulit bagi saya untuk apply visa waiver. Aplikasi visa waiver sangat mudah, 1-2 hari kerja sudah jadi dan gratis. Cukup isi formulir simple, submit ke konsulat dan 1 atau 2 hari kerja kemudian sudah dapat diambil. Konsulat akan menempel stiker visa waiver untuk kunjungan ke Jepang maksimal 14 hari yang berlaku sampai 3 tahun. Untuk lebih lengkapnya mengenai prosedur visa waiver (khusus bagi pemegang e-passport – pemegang paspor RI biasa harus apply visa manual) dapat dilihat di : http://www.surabaya.id.emb-japan.go.jp/informasi/visa_waiver.html

Friday, August 14, 2015

Hello My blog...

Ya ampun, tidak terasa sudah lama sekali saya tidak update blog ini. Mohon dimaafkan ya, blogku tercinta (lebay.com) ^^.

Berhubung saat ini saya punya banyak waktu untuk menulis, saya akan berusaha untuk mencicil satu per satu postingan mengenai pengalaman hidup saya di sepanjang tahun 2015. Sampai dengan bulan Agustus 2015 ini sudah cukup banyak cerita yang bisa saya tuangkan dalam blog, mulai dari perjalanan yang saya lakukan dari Januari – Agustus 2015 sampai pada cerita mengenai terbebasnya saya dari belenggu yang selama ini mengekang saya.

Setengah tahun ini saya sudah berhasil memenuhi beberapa bucket list saya, diantaranya membawa mama jalan-jalan ke Singapura, merayakan imlek bersama orang tua saya dengan trip keluarga ke Bali, melihat langsung cherry blossoms di Korea dan sekaligus solo trip ke Korea, Solo trip ke Jepang dan mengunjungi Harry Potter's world di Universal Studio Japan, new place.

Cherry Blossom's trip Korea - April 2015

Saturday, May 16, 2015

18hrs layover??!! Siapa takut ...!

Banyak yang berkomentar saat mendengar saya membeli tiket dengan waktu transit 18 jam. Tapi saya berhasil membuktikan kalau transit selama itu tidak jadi masalah kalau kita berada do tempat yang tepat. Yup, tempat yang tepat. Transit 18 jam tidak menjadi masalah besar kalau transitnya di bandara Changi Singapura.

Saya setuju sekali dengan terpilihnya Changi Airport sebagai salah satu bandara untuk transit terbaik di dunia. Bagaimana tidak? Bandara ini menawarkan kenyamanan dan fasilitas yang luar biasa, dijamin gak akan mati gaya deh 18 jam disini, walau tidak keluar imigrasi sekalipun.

Saya sudah berkali-kali ke Singapura, tapi baru kali ini saya menjelajahi bandaranya. Kali ini perjalanan saya memang ingin mencoba travelling dengan budget terbatas, karenanya walau transit saya lewat hari (saya tiba di Changi jam 13.30 fan penerbangan saya ke ICN masih jam 8 pagi keesokan harinya)  saya memilih untuk tinggal di airport, tidak menginap di downtown Singapura.
kika: Movie theatre, free Singapore tour, CDV, kolam koi, tv area, snooze area & whole body massage chair, pc dengan internet akses, kursi pijat by OSIM, tempat duduk, powder room.

Apa saja yang membuat saya betah selama 18 jam di Changi Airport terminal 3?

Monday, June 23, 2014

Yeay... The Ho[s]tel 2 is coming to town !

Available Now !! Grab it soon !

Sampai hari ini saya masih tidak percaya kalau tulisan saya terpilih untuk diterbitkan dalam the Ho[s]tel 2. Awalnya naskah tersebut saya tulis untuk blog saya, tapi entah kenapa selalu saja ada halangan untuk posting naskah itu. Yang ujung-ujungnya naskah 'Ini Hostel atau Kos ?!' cuma ngendon di folder draft blog ini sampai berbulan-bulan. 
Sampai akhirnya saya membaca twit dari Mas Ariyanto soal lomba menulis The Ho[s]tel 2, kebetulan waktu itu saya juga baru selesai membaca The Ho[s]tel. Saya sendiri tidak langsung tergerak untuk ikutan saat melihat pengumuman lomba tersebut di twit pertama. Saya baru tertarik ketika pertengahan periode, dan itupun karena tiba-tiba saja saya teringat kalau saya punya pengalaman yang 'cukup ajaib' ketika menginap di hostel. Jadi deh, saya coba ubek-ubek blog ini, dan ternyata benar ada 1 tulisan yang belum di posting. Tulisan yang masih draft itulah yang kemudian saya 'copas' ke word dan saya tulis ulang sedikit agar sesuai untuk menjadi naskah buku bukan tulisan di blog. Saat itu saya cuma berpikir gak ada salahnya mencoba, kalau terpilih ya syukur kalau gak ya gak masalah, toh kalau gak terpilih tulisannya berarti tinggal saya posting aja di blog ^^ - nothing to loose lah.